Jumat , 30 Januari 2026

Musrenbang Kecamatan Mandau Talawang Harapkan Kemudahan Transportasi dan Komunikasi

NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – Rangkaian kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan ( Musrenbang ) tingkat kecamatan kembali bergulir sejak dimulai di Kecamatan Selat lalu. Sekarang telah merambah ke kecamatan paling hulu dari Kabupten Kapuas, atau paling utara yaitu Kecamatan Mandau Talawang. Kecamatan yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Kapuas Hulu. Musrenbang Kecamatan Mandau Talawang dilaksanakan di Aula Kantor Camat pada Senin (26/1) pagi.

Dengan kehadiran Bupati Dodo, SP yang mewakili Bupati Kapuas HM Wiyatno didampingi Assisten I Romulus, SH.,MH., dan anggota DPRD Kapuas Berinto yang merupakan Wakil Ketua II, Syarkawi H Sibu dan Kusmanto, Kepala Bapperida Muhammad Ahmad Saribi, Kepala OPD atau perwakilan, Tripika Kecamatan Mandau Talawang, para Kepala Desa dan BPD, Kepala Korwil Pendidikan dan Puskesmas, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan Kadamangan serta peserta lainnya.

Wabup Dodo, SP dalam wawancara singkat menyatakan ini program hutang kinerja periode satu dan harus selesai.
Mudahan 2026 dan 2027 target sudah bisa terealisasi, dimana jalan penghubung akan dapat di lewati roda dua maupun roda empat, ungkap Dodo.

Sebelumnya Camat Mandau Talawang Ruko Sembayang mengatakan kalau jumlah
Usulan total ada 44. Dengan usulan Prioritas utama jalan penghubung sei pinang Tumbang Bukoi dan Sei Pinang ke Masupa Ria, dimana jalur ini merupakan akses utama. Terlebih sekarang kendala air sedang surut, ucapnya

Sacara panjang lebar Kepala BPD Desa Tanjung Rendan Pak Degot mengucapkan terimakasih kepada Bapak Bupati Kapuas melalui Dinas PU yang menyampaikan paparan bahwa akan membangun Jembatan 2026 Di Sungai Kapuas persis di Desa Tanjung Rendan penghubung antara Desa Sei pinang, Tanjung Rendan, Tumbang Tihis, Tumbang Manyarung dan Desa Masupa Ria. Ini yang sudah lama diharapkan masyarakat Desa Tanjung Rendan,

” Nantinya apabila jalan dan jembatan selesai akan mempermudah semua akses menuju desa tersebut karena selama ini hanya bisa dilewati lewat sungai, tekendala seperti kondisi air yang sedang surut. Susah di lewati sehingga menjadi kendala dalam.transportasi,” tegasnya.

Dalam wawancara lainnya Pj Kepala Desa Tanjung Rendan dan juga Kasi di Kantor Camat Mandau Talawang Rahmat M Noor menjelaskan Kecamatan Mandau Talawang dari 10 desa hanya satu desa saja yang bisa dilewati lewat jalur darat, tiga desa baru di aliri listrik, lima desa yang bisa menikmati tower BTS untuk komunikasi. Itu semua dambaan dan harapan warga Kecamatan Mandau talawang yang posisinya paling ujung atau paling hulu ini, pungkas Rahmat M Noor (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *