Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa pasar murah ini juga digelar menjelang Bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, agar masyarakat Kalimantan Tengah, termasuk mahasiswa, dapat menyambutnya dengan penuh kegembiraan.
Ia juga menegaskan bahwa meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Tengah tahun 2026 mengalami penurunan akibat kebijakan efisiensi, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Meski APBD tahun 2026 hanya sebesar Rp5,4 triliun, turun dibanding tahun 2025 yang mencapai Rp10,2 triliun, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas kami,” tegasnya.
Selain program pasar murah bagi mahasiswa, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga menghadirkan berbagai program lain untuk mendukung dunia pendidikan, di antaranya program Beasiswa Satu Rumah Satu Sarjana serta program sekolah gratis yang merupakan bagian dari Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS).
Menurutnya, berbagai program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung generasi muda Kalimantan Tengah untuk meraih cita-cita.
“Mahasiswa adalah aset bangsa yang sangat berharga. Di pundak kalianlah masa depan Kalimantan Tengah dan Indonesia,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga memberikan pesan kepada para mahasiswa agar terus memiliki semangat dalam meraih impian. Ia mengajak mahasiswa untuk menggantungkan cita-cita setinggi mungkin serta meyakini bahwa tidak ada yang tidak mungkin selama memiliki kemauan, tekad, usaha, dan doa.
Mahasiswa juga diingatkan untuk selalu menghormati orang tua dan guru serta menjauhi berbagai hal negatif seperti pergaulan bebas, narkoba, dan judi online.
Di akhir pesannya, Gubernur mengajak generasi muda untuk terus menjunjung tinggi kearifan lokal dengan mengamalkan falsafah Huma Betang dan Belom Bahadat sebagai nilai kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah.
Dalam kesempatan yang sama, Plt. Sekda Kalimantan Tengah Leonard S. Ampung menjelaskan bahwa kegiatan Pasar Murah Spesial Ramadan ini diperuntukkan bagi mahasiswa penerima manfaat Beasiswa Satu Rumah Satu Sarjana tahun 2025–2026, mahasiswa asal pedalaman Kalimantan Tengah atau yang berdomisili di mess pemerintah daerah kabupaten di Kota Palangka Raya, serta mahasiswa yang dinilai sangat membutuhkan.
Pada kegiatan tersebut disalurkan sebanyak 3.000 paket sembako. Setiap paket terdiri dari beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, minyak goreng 2 liter, serta 1 kaleng susu kental manis, dengan harga awal senilai Rp144.750 per paket.
Namun, dalam kegiatan tersebut Gubernur Agustiar Sabran menggratiskan seluruh paket sembako bagi para mahasiswa, sehingga dapat diterima tanpa dipungut biaya. Selain itu, Gubernur juga memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp100.000 kepada para mahasiswa sebagai bentuk dukungan tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka selama menjalani perkuliahan, khususnya di bulan Ramadan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Edy Pratowo, unsur Forkopimda, para Asisten dan Staf Ahli Gubernur, para Kepala Perangkat Daerah, serta para mahasiswa. (MMC/nk-01)