Sabtu , 14 Maret 2026

Disparbudpora Apresiasi Adanya Museum Mini dan Destinasi Lain di Pulau Kupang

NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – Kelurahan Pulau Kupang Kecamatan Bataguh, menyimpan banyak pesona. Dikaitkan dengan Sapta Pesona, masyarakat yang ramah dan alam yang unik, adanya hewan primata Bekantan, terlebih adanya museum mini yang diprakarsai Lurah. Unsur tersebut membuat Kelurahan Pulau Kupang bisa dijadikan Destinasi wisata.

Keberadaan Situs Nyai Undang dituangkan dalm wujud sebuah museum mini. Dan untuk mewujudkan hal tersebut, Kelurahan Pulau Kupang dibawah pimpinan Lurah Erliansyah, sebelumnya telah melakukan terobosan dengan memanfaatkan keberadaan situs sejarah yang diperkenalkan lewat buku ‘The lost City’ maupun sebuah film dengan Judul ‘Nyai Undang’ menceritakan Keberadaan kerajaan Pematang Sawang dengan raja seorang putri cantik Nyai Undang yang hidup pada abad ke 14 masehi,

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga Raga (Disparbudpora) Kapuas Budi Kurniawan ditemui di Kantor Jalan Tambun Bungai Kuala Kapuas pada Jumat (13/3) pukul 11.00 WIB menyampaikan sangat menghargai inisiatif dari Lurah Pulau Kupang Erliansyah yang dapat menciptakan edukasi berupa museum mini untuk dikenalkan baik untuk masyarakat maupun pelajar supaya tau akan situs sejarah yang ada di wilayahnya. Ini merupakan perhatian khusus yang mana menambah nilai budaya dan bisa membangkitkan kepariwisataan. Terobosan yang luar biasa menggali potensi daerah yang akhirnya bisa menjadi kebanggan potensi daerah atau wilayah yang dipimpinnya,

“Terlebih lagi Bupati Kapuas HM Wiyatno langsung menyempatkan berkunjung disaat safari Ramadhan serta akan membantu penyelesaian kantor yang dapat bermanfaat bagi masyarakat baik dalam pelayanan dan nilai tambah sebagai pengetahuan situs sejarah yang ada di Kelurahan Pulau Kupang,” ungkap Budi Kurniawan


Lurah Pulau Kupang Erliansyah sebelumnya mengatakan, adanya situs yang memiliki peninggalan peninggalan artepak ataupun barang barang bersejarah, kita secara perlahan mempersiapkan adanya semacam museum kecil. Karena dengan adanya museum ini, akan bisa memperkenalkan akan keberadaan sejarah tersebut untuk menjadi pelajaran atau merupakan edukasi bagi generasi kita terlebih lagi para pelajar,

” Kita mulai pada pelajar tingkat dasar, menengah, hingga ke perguruan tinggi. Keberadaan situs bersejarah dengan bukti bukti peninggalan. Merupakan pembelajaran bagi generasi kita serta penanaman akan nilai nilai sejarah maupun nilai budaya dan adat. Karena ini mengulas adat budaya masyarakat dayak dengan tata kehidupannya dari barang peninggalannya,” ucap Erliansyah.

Erliansyah menambahkan lagi, Kantor Kelurahan Pulau Kupang sebagai pusat pemerintahan kelurahan, tentu saja berbagai elemen masyarakat datang berkunjung. Baik untuk urusan administrasi, dan yang berhubungan terhadap pelayanan, maupun kunjungan kerja. Dengan adanya museum juga akan secara tidak langsung akan mengunjungi museum kita,

“Perrwujudan Sapta Pesona untuk lebih mengenalkan potensi wisata yang dimiliki Kelurahan Pulau Kupang. Memperkenalkan Potensi wisata di dinding aula seperti adanya hewan primata Bekantan, Pulau Kupang, Situs Nyai Undang, olahraga tradisional besei kambe, silat kuntau dayak, madu kelulut dan perkebunan,” pungkas Erliansyah (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *