Rabu , 1 April 2026
Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, saat menyampaikan sambutan pada Rapat Koordinasi Teknis (RAKORTEK) Riset dan Inovasi Daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (31/3/2026).

Leonard S. Ampung Buka RAKORTEK Riset dan Inovasi Daerah 2026

NUSAKALIMANTAN.COM, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Rapat Koordinasi Teknis (RAKORTEK) Riset dan Inovasi Daerah Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (31/3/2026).

RAKORTEK tahun ini mengusung tema “Penguatan Hubungan Inovasi Daerah untuk Mendukung Pembangunan di Provinsi Kalimantan Tengah”, sebagai upaya memperkuat sistem inovasi daerah yang terintegrasi, kolaboratif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan secara nyata.

Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, dalam sambutannya menegaskan bahwa inovasi daerah harus dibangun dalam sebuah ekosistem yang saling terhubung.

“Dengan tema tersebut, RAKORTEK tahun ini menegaskan bahwa inovasi tidak berdiri sendiri, tetapi hadir sebagai ekosistem terpadu yang menghubungkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat untuk menghasilkan solusi nyata berbasis riset dan teknologi,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa integrasi hubungan inovasi akan menjadikan riset sebagai kekuatan utama pembangunan daerah, bukan sekadar dokumen yang berhenti di meja perencanaan.

Menurut Leonard, tanpa ekosistem inovasi yang kuat dan terintegrasi, hasil riset tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap pembangunan daerah.

Leonard juga mengingatkan pentingnya adaptasi di tengah perubahan global yang sangat cepat dengan mencontohkan pengalaman perusahaan teknologi besar.

“Kita hidup di era perubahan yang sangat cepat. Ada satu pelajaran penting dari dunia teknologi melalui pengalaman perusahaan besar seperti Nokia. Kesalahannya adalah terlambat merespons perubahan. Di dunia yang bergerak cepat, keterlambatan berarti kekalahan,” tegasnya.

Ia menilai hal tersebut menjadi pembelajaran penting bagi pemerintah daerah untuk meninggalkan cara lama dan bertransformasi melalui inovasi serta pemanfaatan teknologi guna mempercepat pembangunan.

Lebih lanjut, Leonard menyampaikan bahwa Kalimantan Tengah memiliki visi besar sebagai Pusat Konservasi Dunia dan Lumbung Pangan Nasional yang membutuhkan dukungan riset dan inovasi yang kuat.

“Mari kita jadikan Kalimantan Tengah bukan hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga kaya inovasi, kaya solusi, dan kaya gagasan untuk masa depan. Untuk itu, ada tiga hal penting yang harus diperhatikan, yakni riset harus menjawab persoalan nyata, inovasi harus memberi manfaat langsung, dan teknologi harus menjadi alat percepatan pembangunan,” pungkas Leonard.

Ia juga menekankan bahwa ASN harus menjadi motor penggerak perubahan dengan bekerja cepat, cerdas, dan inovatif agar tidak tertinggal dalam dinamika pembangunan.

Sementara itu, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah, Endy, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan RAKORTEK ini bertujuan meningkatkan sinergi, pembinaan, dan efektivitas pelaksanaan program riset dan inovasi daerah serta membahas arah kebijakan dan rencana tindak lanjut tahun 2027.

Ia menjelaskan bahwa terdapat empat tujuan utama, yakni menyinergikan program pemerintah pusat dan daerah, meningkatkan pemanfaatan hasil riset dalam pembangunan, memperkuat ekosistem riset dan inovasi, serta meningkatkan koordinasi teknis lintas sektor dan lintas pemerintahan.

“Kegiatan ini diharapkan menghasilkan arah kebijakan dan langkah strategis dalam penguatan hubungan inovasi daerah yang mampu mendukung pembangunan Kalimantan Tengah yang berkelanjutan dan berdaya saing,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *