Kamis , 9 April 2026

Kecamatan Bataguh Ikuti Lomba Besei Kambe Meriahkan FBTMPT HUT Kapuas

NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – Besei Kambe merupakan olahraga tradisional suku Dayak di Kalimantan Tengah yang menyerupai tarik tambang, di mana dua orang per tim mendayung perahu ke arah berlawanan dalam satu perahu kecil. Besei Kambe berasal dari legenda mistik hantu yang mendayung berlawanan arah, permainan ini menuntut kekuatan dan kekompakan untuk melampaui garis batas lawan.

HUT Kota Kuala Kapuas ke 220 dan HUT Pemerintah Daerah ke 75, seperti tahun sebelumnya diisi dengan rangkaian acara Festival Budaya Tingang Menteng Panunjung Tarung ( FBTMPT) dilaksanakan Lomba Besei Kambe di Pelabuhan KP3 Jalan Sudirman Kuala Kapuas. Pada Kamis (9/4) pagi.

Wakil Bupati Kapuas Dodo yang membuka lomba berpesan melalui kegiatan ini, kita tidak hanya mempererat tali silaturahmi antarwarga, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan, sportivitas, serta kecintaan terhadap kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur kita seperti olahraga tradisional Besei Kambe ini,

” Dalam kesempatan ini saya selaku perwakilan pemerintah daerah memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, dan juga semua pihak yang telah bekerja keras hingga terselenggaranya kegiatan pagi ini,” ucap Dodo.

Camat Bataguh Dino Aries Fahrizal saat menyaksikan acara dimana Kecamatan Bataguh mengirimkan 2 tim Putra dan dua tim putri sekaligus memberikan dukungan mengatakan sebelumnya pada 28 Maret 2026 lalu kegiatan lomba Bessei Kambe dilaksanakan di Kelurahan Pulau Kupang yang juga menjadi ajang pemanasan dan seleksi untuk kegiatan lomba yang dilaksanakan pada hari ini, ujar Dino Aries Fahrizal.


Lurah Pulau Kupang Erliansyah menyampaikan ucapan terima kasih pada atlit yang ikut memeriahkan kebetulan berasal dari Kelurahan kita. Dimana seperti yang disampaikan pak Camat Bataguh semacam seleksi sekaligus memeriahkan acara dengan menggandeng sponsor. Bessei Kambe dengan keberadaan banyaknya handel dimana transportasi air masih menjadi penghubung utama. Keberadaan olahraga ini tepat bagi masyarakat kita, merupakan egiatan positif dan bermanfaat bagi warga kita. Disalurkan melalui ajang ini, ungkap Erliansyah (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *