NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – Menyikapi SK Bupati Kapuas Drs H Nafiah Ibnoor, MM Nomor 239 / BPBD Tahun 2023 tentang penetapan satuan tugas pos simpul komando siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Kapuas, diadakan rapat pendahuluan terkait hal tersebut yang mana diberlakukan dari 7 Mei hingga 12 Agustus 2023. Maka beberapa unsur terkait menggelar pertemuan di Kantor BPBD Kapuas Jalan Kasturi Kuala Kapuas, Senin (5/6) pukul 09.00 WIB.
Sekretaris Daerah Kabuoaten Kapuas, Drs. Septedy M.Si., yang memimpin rapat koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan Dan Lahan dan Merencanakan Pelaksanaan Apel Gabungan Gelar Pasukan dalam rangka kesiap siagaan dan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan di Kabupten Kapuas, melalui BPBD Kapuas. Hadir dalam rapat Dandim 1011 KLK, Letkol.inf Khusnun Dw Poetranto,SE., Kapolres Kapuas AKBP Kurniawan Hartono, SIK, Kepala Pelaksana BPBD Kapuas Panahatan Sinaga, SH., Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Kal-ll Kapuas Aswaluddin, Kepala Dinas Sosial Yan Marto, SH., Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kepala Dinas Kesehatan Dr Tonun Irawati, Kepala Dinas Pertanian, Yaya, SP., Kepala Dinas Perhubungan Vitrianson, Kepala Satpol PP dan Damkar Syahrifin, Direktur PDAM Joni Kepala UPTD KPHP,Kepala UPTD KPHL,Damkar Mandiri, Balakar 545 Kapuas, PMI, Orari dan Emergency 508.
Kepala Pelaksana BPBD Kapuas mengatakan dari data Pusdalops BPBD Bulan Mei ini ada sekitar 54 titik dengan rincian Kecamatan Mandau Telawang ada 2 titik, Kapuas Hulu dan Kapuas Tengah masing-masing ada 6 titik, Timpah ada 12 Pulau Petak dan Bataguh ada 1, Selat terdapat 5 titik hot spot, Timpah ada 12 dan Kecamatan Mantangai ada 14. Dari titik hotspot tersebut ada dua kejadian kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Timpah dengan area yang terbakar sebanyak kurang lebih 2 Hektar. Dalam mengantisipasi akan kejadian Karhutla, melalui surat Bupati Kapuas nomer 360/137/BPBD-2023 BPBD Kapuas mengintruksikan sekaligus menghimbaikan kepada satuan dari jajaran ditingkat Kecamatan serta Desa agar selalu melakukan langkah intensif serta mensosialisasikan terutama kepada warga pemilik untuk membersihkan lahan yang telantar serta tidak membakar apabila ingin membuka dan mengelolanya,
“Mengaktifkan serta membentuk kembali posko dan Satgas diwilayahnya dengan selalu berkoordinasi dengan para tokoh, Babinsa Bhabinkamtibmas serta relawan dan selalu memberikan laporan kepada satgas di Kabupaten. Rutin melakukan patroli dan segera bertindak cepat apabila menemukan sekecil apapun titik potensi karhutla sehingga tidak meluas dan menjadi lebih besar. Sementara untuk wilayah yang ada Perusahaan Besar Swasta baik perkebunan maupun pertambangan hendak dapat berkoordinasi dengan pihak perusahaan,” ujar Panahatan Sinaga.
Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Kalimantan ll Kapuas Aswaluddin saat diwawancarai menyampaikan, tupoksi Manggala Agni dalam pengendalian Karhutla dan salah satu fungsi yaitu Pencegahan Karhutla baik melalui patroli terpadu dan juga Penempatan personil di posko Karhutla Serta Pencegahan Lainnya,
“Kita selalu Siap Menugaskan Anggotanya dalam Kegiatan Patroli,pemadaman dan Groundcek Hot Spot ( titik panas ). Curah hujan drastis berkurang dan suhu panas sangat tinggi. Begitu juga Hotspot sudah mulai bermunculan yang kadang disertai kebakaran lahan mulai terjadi. Itulah yang mendasari rapat persiapan ini tentunya, dan menyikapi SK yang telah dikeluarkan,” ungkap.Aswaluddin. (wan)
NusaKalimantan.Com Kanal Informasi yang Lugas, Cerdas, Terpercaya