NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – Ternyata masih ada sekolah yang kurang dalam pasilitas, seperti jalan menuju ke lokasi berdirinya sekolah tersebut yang dalam musim hujan becek susah untuk dilalui. Belum ada aliran listrik, dimana kebutuhan listrik jaman sekarang ini termasuk primer, Dan tidak memilik sanitasi yang baik karena tidak memiliki WC yang layak. Adanya cuma Jamban tanpa atap dan lansung jatuh ke sungai sangat tidak sesuai dengan penekanan stunting. Kondisi inilah yang dirasakan SD Negeri 2 Pulau Kupang.
Beruntung saat Kamis (9/10) sekitar pukul 09.00 WIB, dimana dalam hari sebelumnya juga pada saat hari itu, tidak ada hujan yang deras yang biasanya kalau terjadi,akan mengganggu jalanan karena kondisi becek dan licin. Sehingga agak sedikit lebih enak dan mudah mencapai lokasi SD 2 Pulau Kupang tersebut.
Posisi Sekolah Dasar ini memang bangunan tersendiri yang agak jauh dari lokasi rumah penduduk. Sehingga seperti biasa ayaknya sebuah sekolah, ada tersedia warung berjualan makanan, di sekolah ini karena berjauhan pemukiman tidak ada. Untuk konsumsi, baik guru maupun murid bawa bekal. Terlebih lagi disini tidak terjamah Makan Siang Gratis (MBG) yang hanya ada di kota.
Menurut penuturan dari beberapa guru, untuk ke sekolah ini beberapa guru terutama yang perempuan, menggunakan cara aman walau sedikit membebani dengan biaya tambahan menggunakan Perahu motor atau Klotok. Dijemput dari lokasi yang ada pelabuhan dan tempat parkir di dekat Mesjid Al Mubarak, lalu dilanjutkan menggunakan klotok ke Sekolah SDN 2 Pulau Kupang ini.
” Kita sudah ada mengetahui dari guru yang bertugas disana serta dari bapak kepala sekolah kalau mereka menyikapi kondisi jalan ini sudah ada mengajukan proposal ke Korwil Bataguh dan diteruskan juga ke Disdik Kabupaten Kapuas. Sementara kita tunggu mudah mudahan akan cepat terealisasi, Kelurahan Pulau Kupang juga akan memberi dukungan dengan mengajukan proposal untuk semenisasi jalan,” terang Lurah Pulau Kupang Erliansyah saat dihubungi melalui WhatsApp pada Kamis (9/10) siang .
Kalau mau kita telusuri di daerah pedesaan atau daerah yang jauh dari kota, masih banyak sarana dan prasarana yang kurang menunjang sebgai sarana dan prasarana pendidikan dalam proses belajar mengajar. Namun semangat belajar dari para siswa tetap tinggi demi kemajuan mengenyam pendidikan. Mereka yang tidak tersentuh program yang sedang berjalan sekarang yaitu Makan Bergizi Gratis ( MBG ) tidak terlalu berharap akan itu. Tetapi sarana pendidikan dan kesehatan sanitasi serta adanya aliran listrik untuk mempermudah kenyamanan proses belajar mengajar yang mereka perlukan. (wan)
NusaKalimantan.Com Kanal Informasi yang Lugas, Cerdas, Terpercaya