Jumat , 23 Januari 2026

Pemkab Pulang Pisau Rakor Percepatan Penurunan Angka Stunting di Sei Bakau

NUSAKALIMANTAN.COM, Pulang Pisau – Wakil Bupati Pulang Pisau Kalimantan Tengah H Ahmad Jayadikarta  bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S), melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Tingkat Kecamatan dan Monitoring Pelaksanaan Intervensi Spesifik di Desa Sei Bakau Kecamatan Sebangau Kuala, Kamis (13/11/2025).

Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menurunkan angka stunting di daerah, khususnya di wilayah pesisir seperti Sebangau Kuala. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjadikan Desa Sei Bakau sebagai salah satu desa percontohan zero stunting pada tahun 2026.

“Upaya menurunkan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Ini memerlukan kerja nyata seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, serta dukungan masyarakat. Dengan sinergi bersama, saya optimis Desa Sei Bakau dapat menjadi desa zero stunting tahun depan,” ujar Ahmad Jayadikarta.

Dikatakannya, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun. Dampaknya tidak hanya pada pertumbuhan fisik yang terhambat, tetapi juga menurunnya kemampuan kognitif dan produktivitas di masa depan.

Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Pulang Pisau menjadi prioritas pembangunan sumber daya manusia, sebagaimana tertuang dalam rencana aksi daerah TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting).

Pemerintah daerah terus mendorong intervensi gizi spesifik dan sensitif melalui koordinasi lintas sektor.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah didampingi unsur Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP3KB), dan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) sebagai leading sector pelaksana TP3S Kabupaten Pulang Pisau. Kegiatan monitoring di Desa Sei Bakau mencakup peninjauan langsung terhadap pelaksanaan intervensi spesifik, di antaranya Pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita gizi kurang, pelayanan imunisasi dasar lengkap, serta pemantauan tumbuh kembang anak melalui Posyandu dan kader kesehatan desa.

TP3S juga memastikan intervensi sensitif berjalan optimal, seperti peningkatan ketahanan pangan keluarga, penyuluhan gizi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Melalui kegiatan rapat koordinasi ini, TP3S Kabupaten Pulang Pisau berharap terbangun komitmen dan konsistensi bersama antara pemerintah kecamatan, desa, dan lintas sektor untuk memperkuat capaian intervensi penurunan stunting di Kecamatan Sebangau Kuala.

“Kunci keberhasilan penurunan stunting adalah keberlanjutan program dan pendampingan keluarga berisiko stunting. Kita semua punya tanggung jawab untuk memastikan anak-anak Pulang Pisau tumbuh sehat, cerdas, dan menjadi generasi unggul masa depan,” tambah Ahmad Jayadikarta.

Sinergi dan partisipasi aktif seluruh pihak, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau menargetkan penurunan signifikan angka stunting di seluruh desa pada tahun 2025, serta menjadikan Desa Sei Bakau sebagai model desa bebas stunting di wilayah pesisir. (Rilis/Abdmanan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *