NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – Sebagai tempat Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) yang merupakan lembaga untuk magang atau pelatihan bagi petani, seperti Kelompok Tani (Poktan), Praktek Kerja Lapangan (PKL), pelajar dan mahasiswa, TNI Polri dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Dimana bertujuan untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang pertanian. Adanya P4S ini adalah upaya meningkatkan SDM dalam bidang pertanian.
P4S untuk Holtikultura Kalampan Jaya berada di Desa Anjir Kalampan Kecamatan Kapuas Barat. Ironisnya akses jalan yang merupakan jalan usaha tani bagi masyarakat kondisi disaat musim hujan ini sangat memprihatinkan. Seperti terpantau Minggu lalu, susah dilewati dan perlu hati hati karena adanya lubang dan genangan air. Sangat menyulitkan bagi siswa magang maupun petani pengguna jalan tersebut.
Padahal saat Senin 8 September 2025 lalu saat pembukaan bertempat di lahan terbuka yang merupakan tempat praktek P4S Kalampan Jaya Desa Anjir Kalampan Kecamatan Kapuas Barat. Mobil rombongan dinas pertanian yang menghadiri pembukaan bisa mencapai lokasi dengan aman dan nyaman.
Setelah kurang lebih 3 bulan dan akan ditutup pada bulan Desember 2025 nanti. Diakhir kegiatan terasa sekali susahnya akses jalan yang tentu saja sangat menggangu kelancaran. Pada saat kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kapuas Edi Dese yang diwakili kabid Penyuluhan Rosyadi Fanrori, SP., mengatakan kegiatan P4S adalah upaya regenerasi pertanian sejalan dengan kehendak pemerintah baik dari pusat provinsi maupun Kabupaten. Terlebih lagi kita memiliki kepala daerah baik Bupati maupun wakil dari disiplin ilmu pertanian. Tentu perhatian khusus dibidang ini menjadi perhatian khusus,
“Jadikan ini sebagai sarana meningkatkan kualitas diri dalam bidang pertanian. Gunakan kesempatan menggali ilmu ini dengan bertanya, berdiskusi serta bekerjasama untuk kelancaran kegiatan ini. Pada para peserta manfaat waktu sebaik mungkin,” pesan Rosyadi Fanrori.
Sementara ketua P4S yang juga Ketua Kelompom tani Kalampan Jaya Yanir meyebutkan dengan adanya program magang di area perkebunan ini, tentu saja menjadi kegiatan positif dan sangat bermanfaat. Terutama anak muda yang potensial untuk bisa mencintai hal yang berkaitan dengan perkebunan ini,
” Namun kondisi jalan yang memprihatinkan ini tentu saja menganggu bagi para pengguna baik itu para siswa yang magang maupun petani yang ada disekitarnya. Padahal harapan kita pada saat penutupan nanti diperlukan ceremonial yang melibatkan bupati atau wakil dan lainnya. Dengan catatan tentu saja ada perbaikan lanjutan semenisasi ataupun pemgerasan jalan. Dimana sebelumnya sudah ada tapi belum sampai kelokasi kebun,” terang Yanir .
Mengapa kelanjutan penmbahan pengerasan jalan agar mudah dilewati itu penting? Yanir menambahkan seperti juga tahun tahun sebelumnya, kita sudah sering menjadi tempat belajar dan berlatih untuk berkebun dan bercocok tanam anak anak PKL dari SMK dan juga mahasiswa dari UPR Palangka Raya. Mereka sekalian menginap di pondokan yang ada tidak jauh dari areal perkebunan kita. Atau bahkan ada juga di area kebun,” ungkap yanir (wan)
NusaKalimantan.Com Kanal Informasi yang Lugas, Cerdas, Terpercaya