Sabtu , 4 April 2026

Keikhlasan Kita Bekerja Jawaban Mereka Didera Bencana

NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – Ramadhan tangguh menjadikan tugas kemanusiaan sebagai ladang pahala di bumi Kapuas, adalah tema dari Buka Puasa bersama (Bukber) sekaligus pamitnya Gunawan salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas. Kegiatan dilaksanakan di Kantor BPBD Kapuas Jalan Kasturi Kuala Kapuas Senin (2/3) pukul 16.30 WIB.

Kegiatan Bukber dan pamit ini dihadiri Ustad Umar Abu Zubair dari Banjarmasin dan Kepala Pelaksana ( Kalaksa BPBD ) Kapuas Pangeran Pandiangan sertaSeluruh Karyawan BPBD lainnya sebagai sohibul bakti. Turut diundang pula para relawan yang tergabung dalam barisan pemadam kebakaran seperti Anggrek IV, Tirta Borneo, UCL, Manarul Huda, Mawar, Manggala Agni, Aulia dan lainnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kapuas Pangeran Pandiangan menyebutkan
ini kali pertama kegiatan buka bersama diadakan, mungkin setelah sekian lama tidak pernah atau tidak terselenggara. Acara kegiatan buka puasa ini sekaligus pamit purna tugas Bapak Gunawan ASN di BPBD yang telah purna tugas mengabdi terakhir di BPBD ini,

“Amal tak Akan Habis Harta bisa sirna itulah kinerja BPBD dan relawan lainnya merupakan jawaban doa dari mereka yang dilanda bencana. Momen Hari ini menguatkan para pekerja di BPBD dalam bekerja dan menjalankan kinerjanya,” ungkap Pangeran Pandiangan.

Sementara penceramah Ustad Umar Abu Zubair dari Banjarmasin menjabarkan membantu masyarakat dengan segala keikhlasan adalah motto para relawan. Panggilan jiwa dan merupakan ladang amal dengan segala keikhlasan. Dikaitkan dengan puasa sangat nyambung karena makna keikhlasan itu adalah dilakukan mereka yang berpuasa. Ditambah lagi dengan ketangguhan sebagai wujud kekuatan manusia. Sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain, itulah yang dimiliki mereka yang berada di BPBD atau yang bekerja sebagai relawan kemanusiaan yang bertugas dilapangan,

“Bulan puasa adalah bulan segala ujian dan ladang pahala. Ramadhan mengajarkan manusia untuk jujur pada diri sendiri. Karena puasa itu hanya diketahui oleh Allah dan manusia itu sendiri. Ramadhan adalah bulan istimewa dan diturunkan Kitab Suci Alquran serta setiap detiknya bernilai pahala didalamnya,” terang Ustad Umar Abu Zubair.

Ustad Umar Zubair juga bercerita tentang ketauladan Umar Ibnu Hatab yang memanggul sendiri makanan disaat ingin memberikan makanan pada salah satu kaum duafa yang telah kelaparan beberapa hari dan tidak ingin dibantu karena tidak mau membebani beban ke orang lain. Dengan segala keikhlasan, dan tanpa mengatakan siapa dia dihadapan yang dibantu demi mengharap pahala dari Allah SWT, pesan Ustad Umar Abu Zubair. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *