NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas –
Reses merupakan mekanisme komunikasi dua arah yang krusial untuk memastikan pembangunan daerah sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan. untuk turun langsung ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Kegiatan ini bertujuan menjaring, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi serta keluhan masyarakat untuk diperjuangkan dalam perencanaan pembangunan daerah.
Ir. Nyelong Inga Simon anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia perjuangan (PDIP) mengadakan reses di Kelurahan Pulau Kupang Kecamatan Bataguh pada Rabu (8/4) pukul 14.15 WIB. Pertemuan dilaksanakan di Kantor Kelurahan Pulau Kupang Jalan Pematang Sawang.
Dalam kegiatan reses tersebut turut berhadir Plt. Camat Bataguh Dino Aries Fahrizal ditemani Kasi Pemerintahan Deden, tokoh masyarakat Sigian Noor yang juga Ketua LKMK, Para Ketua RT se Kelurahan Pulau Kuoang, pengurus Perempuan Dayak Indonesia dan undangan lainnya.
Camat Bataguh Dino Aries Fahrizal menyebutkan kalau jumlah penduduk yang ada di Kecamatan Bataguh ini adalah nomor dua setelah Kecamatan Selat. Terlebih lagi Bataguh adalah Kecamatan Agraris merupakan penghasil padi terbesar di Kabupaten Kapuas bahkan di Kalimantan Tengah, ironisnya sering panen raya tapi memiliki jumlah penduduk miskin terbanyak. Tentu saja ini tantangan bagi kita untuk mendongkrak agar bisa lebih baik. Melalui adanya reses dan usulan serta inovasi untuk perbaikan kehidupan masyarakat bisa kita terapkan untuk masyarakat, sebut Dino Aries Fahrizal.
Sambutan Lurah Pulau Kupang Erliansyah suatu kebahagiaan bisa bertatap muka dengan salah satu anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah srikandi dayak Nyelong Inge Simon. Dalam aula Kntor kita ini kita kenalkan museum mini peninggalan purba Kerajaan Nyai Undang yang merupakan kebanggaan kita sebagai bukti adanya kerajaan Pematang Sawang sebagai kerajaan dayak ini. Kelurahan Pulau Kupang berjumlah 32 RT dengan jumlah penduduk 6.000 jiwa lebih. Dengan lokasi terbagi dua terbelah oleh sungai besar dimana 22 RT di seberang kota dan sisanya di seberang. Namun berjauhan berbatas sungai tidak mengurangi kebersamaan dan kekompakan elemen masyarakat kita, dalam menjalankan kegiatan mereka selalu solid dan bersatu, sebut Erliansyah.
Sementara Nyelong Inga Simon menyimpulkan setelah melalui pemaparan dan diskusi reses ini mencatat bisa menjadi dokumen usulan maka harus ada semacam notulensi pertemuan warga yang memuat usulan keluhan warga. Terlebih disini hadir ketua LKMK pak Sugian Noor bisa meneruskan usulan Bu guru kita. Keluhan tentang aktifitas misal PPL lebih agresif lagi. Lalu juga ada yang menarik Lurah tadi menyebutkan kekompakan dan solidnya elemen masyarakat disini,
“Bahwa ada 30 iringan klotok yang telah melakukan parade dalam rangkaian peringatan HUT Kapuas. Keberadaan Handel atau Sungai membuat transportasi air masih utama dan kita putuskan Besei Kambe menjadi olahraga kearifan lokal yang akan kita paradekan bukan hanya diperlombakan dan saya siap menjadi pembina,” tegas Nyelong Inga Simon (wan)
NusaKalimantan.Com Kanal Informasi yang Lugas, Cerdas, Terpercaya