Selasa , 21 April 2026

Pelaksanaan UKK Pada SMK 3 Kuala Kapuas Persiapkan Petani milenial

NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas –
Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) merupakan agenda rutin yang wajib dilaksanakan oleh Sekolah Menengah Kejuruan atau yang disebut dengan SMK karena UKK ini merupakan ujian praktek untuk setiap siswa kelas XII sesuai dengan Kompetensi keahliannnya. Untuk Pelaksanaan UKK wajib melibatkan dunia Usaha atau Industri sebagai Penguji 1 atau Penguji External dan untuk penguji 2 boleh melibatkan guru kejuruan masing-masing Kompetensi Keahlian.

SMK 3 Kuala Kapuas yang berada di Jalan Pemuda Kuala Kapuas melaksanakan UKK dengan Teguh Setyo Utomo,SP.,ME., Penguji Eksternal Agribisnis Tanaman Perkebunan dan Yanir, S.Sos., Penguji eksternal Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Eko Joko Nugroho Ketua Jurusan SMK 3 Kuala Kapuas menjelaskan kalau
Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) merupakan penilaian yang diselenggarakan khusus bagi siswa SMK dan merupakan pembeda dengan Sekolah Umum atau SMA, untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik yang setara dengan kualifikasi jenjang dua atau tiga pada KKNI. Sedang KKNI sendiri adalah singkatan dari Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia dimana KKNI merupakan kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan sektor pendidikan dengan sektor pelatihan dan pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja,

” UKK dilaksanakan diakhir masa masa studi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha/industri. Hasil UKK bagi peserta didik akan menjadi indikator untuk peserta didik dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi dunia kerja,’ terang Eko Joko Nugroho.

Teguh Setyo Utomo sebagai Penguji Eksternal Agribisnis Tanaman Perkebunan mengatakan mainset satu misi utama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah mempersiapkan siswa untuk menjadi calon tenaga kerja yang siap memasuki dunia kerja setelah lulus. Sekolah harus dapat mempersiapkan siswa sesuai dengan Standar Pendidikan Nasional untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif secara profesional dibidangnya. Pelaksanaan uji kompetensi kejuruan dimaksudkan untuk menilai tingkat prestasi siswa,

“Terlebih lagi perkebunan untuk wilayah kita sebenarnya adalah sektor yang menjanjikan. Dengan adanya perkebunan, bisa dilihat dalam wilayah kita Kabupaten Kapuas terjadi peningkatan perekonomian. Walau ada juga sektor pertanian, tapi tidak seperti pendapatan dari sektor perkebunan. Untuk itulah SMK ini peluang untuk generasi membina potensinya,” ucap Teguh Setyo Utomo.

Yanir, S.Sos., Penguji Eksternal Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura mengatakan kegiatan UKK ini merupakan rangkaian dari kegiatan untuk siswa yang mana telah melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) selama beberapa bulan di Kebun Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Kelompok Tani Kalampan Jaya di Anjir Kalampan Kapuas Barat, yang kemudian kita teruskan kegiatan pada hari ini Senin (20/4). Seperti yang sudah sudah, kebun P4S Kalampan Jaya ini, berulang kali dalam tiap tahun menjadi tempat baik siswa maupun mahasiswa serta para petani pemula untuk melakukan praktek,

” Berbagai rangkaian praktek langsung merupakan upaya pengenalan, sekaligus pengalaman untuk mendapatkan pengetahuan didalam menjalankan kerja nantinya, sehingga sebelum menjadi petani milenial siswa telah tau dan mendapatkan cara langsung seharusnya didalam bercocok tanam bukan hanya menerima teori. Istilah yang menjadi pembeda siswa kejuruan dan siswa lulusan sekolah umum non kejuruan. Dimana mereka berinteraksi langsung dengan pelaku untuk berbagi pengalaman. Meraka para siswa mendapatkan wawasan dari bidang pendidikan yang mereka tempuh dari pelaku kegiatan dan ahli akademik,” terang Yanir (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *