NUSAKALIMANTAN.COM, Palangka Raya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan kerja sekaligus misi dagang di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kerja sama strategis antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya di sektor perekonomian dan ketahanan pangan.
Kedatangan Khofifah bersama rombongan disambut langsung oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, di VIP Room Isen Mulang, Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, sekitar pukul 08.45 WIB.
Dalam keterangannya, Khofifah menyampaikan bahwa misi dagang ini merupakan kelanjutan dari kerja sama yang telah terjalin sebelumnya dan dinilai memberikan dampak positif bagi kedua provinsi.
“Ya, ini misi dagang. Sebenarnya dalam periode pertama dulu kita sudah pernah misi dagang ke Kalteng. Hasilnya sangat produktif bagi kedua provinsi. Hari ini kita misi dagang yang kedua di periode kedua kami,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan perubahan lokasi kegiatan yang semula direncanakan di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, menjadi di Palangka Raya karena keterbatasan dukungan transportasi penerbangan.
“Semula kita menjadwalkan di Pangkalan Bun. Tapi untuk transportasi penerbangan dari Surabaya ke Pangkalan Bun itu agak kurang tersupport. Jadi akhirnya kita ke Palangka Raya,” terangnya.
Lebih lanjut, Khofifah menyebutkan bahwa antusiasme pelaku usaha dalam misi dagang ini cukup tinggi dan transaksi terus bergerak hingga sore hari. Ia menilai kerja sama perdagangan antara Jawa Timur dan Kalimantan Tengah memiliki potensi besar untuk terus berkembang.
Menurutnya, kolaborasi antarprovinsi ini juga sejalan dengan program strategis nasional, terutama dalam penguatan ketahanan pangan dan pemenuhan kebutuhan pokok. Komoditas seperti beras, daging ayam, telur, dan daging sapi menjadi bagian penting dalam transaksi antara kedua daerah.
Sementara itu, Pj Sekda Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, mengapresiasi pelaksanaan misi dagang tersebut dan menilai kegiatan ini sebagai momentum penting bagi perekonomian daerah.
“Kolaborasi melalui misi dagang ini merupakan langkah strategis yang saling menguntungkan. Kalteng memiliki potensi sumber daya alam, sementara Jatim unggul di sektor pangan dan industri,” ujarnya.
Ia berharap sinergi tersebut dapat memberikan dampak jangka panjang, termasuk kelancaran distribusi barang, pengendalian inflasi, penguatan UMKM, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kunjungan kerja ini, hubungan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur diharapkan semakin kuat dan berkelanjutan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. (MMC/nk-01)