NUSAKALIMANTAN.COM, Pulang Pisau – Rencana keberangkatan kafilah Korpri asal Kabupaten Pulang Pisau untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Korpri tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, dipastikan batal.
Ironisnya, hingga kini, para peserta mengaku belum menerima penjelasan resmi terkait kendala apa yang menyebabkan pembatalan keberangkatan mereka.
Padahal, peserta sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri untuk mengikuti agenda tersebut. Hal itu tentu membuat peserta merasa kecewa atas keputusan tanpa adanya kejelasan.
Salah seorang peserta yang enggan disebutkan namanya mengatakan, informasi pembatalan diterima secara mendadak tanpa disertai penjelasan rinci mengenai alasan maupun kendala yang dihadapi.
“Kami hanya mendapat informasi bahwa keberangkatan dibatalkan, dan sampai sekarang belum ada penjelasan resmi terkait apa kendalanya hingga dibatalkannya keberangkatan kami. Padahal, kami telah menjalani berbagai tahapan persiapan dan latihan guna mewakili daerah untuk mengikuti MTQ Korpri di Puruk Cahu,” ujar sumber.
Ia juga menyebut, selama proses latihan dirinya sudah meluangkan waktu, pikiran, tenaga, bahkan sampai mengeluarkan modal jutaan rupiah hanya untuk memberikan yang terbaik bagi daerah di event tersebut.
“Tapi apa boleh buat, informasinya dibatalkan begitu saja tanpa ada penjelasan detail. Padahal saya pribadi sudah berlatih dengan maksimal sampai mengeluarkan biaya cukup banyak,” ungkapnya.
Sementara, untuk diketahui bahwa MTQ Korpri merupakan ajang tahuan yang mempertemukan aparatur sipil negara atau ASN dari berbagai daerah untuk berkompetisi dalam bidang seni baca Al-Qur’an dan cabang keagamaan lainnya.
Selain menjadi sarana syiar Islam, kegiatan tersebut juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antar-ASN, khususnya ASN di wilayah Kalimantan Tengah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab batalnya keikutsertaan kafilah Korpri Kabupaten Pulang Pisau dalam MTQ Korpri tingkat nasional.
Para peserta pun berharap ada penjelasan yang jelas serta evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada kegiatan mendatang. (Abdmanan)
NusaKalimantan.Com Kanal Informasi yang Lugas, Cerdas, Terpercaya