NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – Sebagai upaya meningkatkan kapasitas personil untuk bertugas dalam pencegahan dan penanggulangan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan, Desa Budi Mufakat Kecamatan Bataguh menyelenggarakan kegiatan pembinaan Kelompok Tani Peduli Api ( KTPA) dan Masyarakat Peduli Api (MPA), Sosialisasi High Conservasi Value (HCV) dan penanda tanganan MoU terkait Penanganan Karhutla di Aula Kantor Desa Budi Mufakat Kamis (25/6) pukul 09.30 WIB. Kemudian dilanjutkan Simulasi pemadaman setelah penerimaan bantuan alat pemadam kebakaran
Acara ini dihadiri perwakilan dari PT Sepalar Yasa Kartika ( PT SYK) yakni Ibnu Hartanto Mahadi Asisten Manager Sustainability HO, CSR Deri, Dwi Sri Rahayu Kordinator Sustainabblity dan staff lainnya, Kepala Desa Budi Mufakat Hendy Moerdiono, Sekretaris Safrudy , Kasi Desa Herry Saputra dan perangkat desa lainnya. Bhabinkamtibmas Rizal S, Tokoh masyarakat, Ketua dan anggota Masyarakat Peduli Api atau Kelompok Tani Peduli Api dan lainnya.
Assisten Manager Sustainability Ibnu Hartanto mengatakan bahwa pembentukan dan pembinaan Masyarakat Peduli Api merupakan upaya peningkatan kapasitas personel dalam penanganan bencana di lapangan. Istilah Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) adalah perubahan nama dari Masyarakat Peduli Api yang biasa digunakan oleh umumnya seperti BPBD dan Manggala Agni. Untuk perusahaan seperti kita istilah yang dipakai karena berdasarkan peraturan menteri.
“Materi yang disampaikan yaitu teori dan praktik berkaitan dengan permasalahan kebakaran dan upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang sekaligus pula dilakukan dengan penandatanganan MoU antara kita pihak perusahaan dengan pemerintah desa dalam hal memberdayakan KTPA atau MPA, bila ada terjadinya penanganan kebakaran, Sekaligus juga pemberian bantuan alat kebakaran,” ungkap Ibnu Hartanto.
Kepala Desa Budi Mufakat Hendy Moerdiono mengungkapkan, bahwa pengendalian Karhutla merupakan salah satu program yang harus kita tingkatkan. Mengingat luasnya lahan yang kita miliki di desa Budi Mufakat ini, Karhutla merupakan ancaman serius bagi lingkungan, masyarakat, dan perekonomian. Oleh karena itu upaya pemantauan dan pencegahan ditingkatkan. Penanganan Karhutla ini yaitu dengan melibatkan unsur masyarakat menjadi MPA atau KTPA ini,
“Hal ini bertujuan agar penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan lebih maksimal. Kemudian dapat berperan aktif ikut menjaga lingkungan. Terutama sekali lahan yang rawan kebakaran seperti yang kita tandai dalam peta di wilayah desa kita ini. Terima kasih atas kepedulian PT SYK yang telah membantu kita dan masyarakat kita untuk bisa berperan aktif dalam menanggulangi kebakaran,” ungkap Hendy Moerdiono (wan)
NusaKalimantan.Com Kanal Informasi yang Lugas, Cerdas, Terpercaya