Minggu , 23 Agustus 2026

PDAM Tirta Pambelum Memaksimalkan Pelayanan Dalam Kondisi Intrusi dan Terus Mencari Solusi

NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – Data spesifik mengenai jumlah pelanggan terperinci yang dilayani khusus oleh Instalasi Pengolahan Air (IPA) II Perumda Tirta Pambelom yang dulu dikenal dengan sebutan PDAM Kabupaten Kapuas, diperkirakan sekitar 21 000 pelanggan. Tersebar didaerah dalam kota, kemudian wilayah Anjir Serapat dan Sei Tatas. Dikarenakan Instalasi Pengolahan Air (IPA ) I yang berada di Jalan Mahakam sudah tidak bisa dijalankan karena kondisi air asin atau intrusi air asin

Kapasitas terpasang untuk IPA II yang berlokasi di Jl. Pemuda Km. 6,5 sekitar 100 liter per detik pada saat ini harus melayani jumlah pelanggan tersebut. Sedangkan IPA I yang berada di Jalan Mahakam, Kuala Kapuas tercatat memiliki kapasitas produksi lebih tinggi hingga 125 liter per detik, sama sekali tidak bisa digunakan dalam kondisi sekarang.

Penyebabnya adalah adanya Fenomena El Nino memicu musim kemarau panjang yang membuat debit sungai surut sehingga air laut mendesak masuk. Hal itu menjadi penyebab air sungai menjadi asin, yang pada akhirnya terjadi krisis air bersih. Artinya penyebab krisis air bersih ini karena penurunan debit air. Sebab lainnya juga dikarenakan curah hujan yang sangat minim selama El Nino, membuat pasokan air di permukaan dan tanah berkurang drastis.

Intrusi air asin dikarenakan surutnya aliran sungai yang merupakan cadangan air tawar menyebabkan air laut masuk ke daratan dan mencemari sumber air baku. Penyebab lain adamya eksploitasi berlebihan dikarenakan pengambilan air tanah yang sangat banyak pada saat kemarau, mempercepat penurunan cadangan air bersih. Dampak di lapangan disebabkan kualitas air yang Memburuk di dalam air sumur atau sungai terasa payau hingga asin dan tidak layak dikonsumsi. Adalagi krisis sanitasi yang mana warga kesulitan mendapatkan air untuk mandi, cuci, dan minum, serta rentan terkena penyakit seperti ISPA akibat debu dan keringnya cuaca.

Direktur Perumdam Tirta Pambelom (PDAM) Kabupaten Kapuas Abisua Setia Nugroho seperti diketahui beberapa waktu lalu memberlakukan sistem pengaliran air secara bergilir kepada pelanggan akibat intrusi air laut pada musim kemarau. Disebabkan pengolahan air dipatok sekitar 100 liter per detik dengan memanfaatkan air baku dari wilayah Palingkau. Distribusi air diatur berdasarkan wilayah dengan pergantian setiap hari mulai pukul 04.00 WIB. Tapi optimalisasi pengawasan dilakukan secara berkala dengan pemeliharaan pompa intake, perbaikan pipa, dan pemantauan kualitas air terus dilakukan secara berkala,

” Sekarang kodisi intrusi air asin ini sudah 24;jam. Hal itu yang menyulitkan kita semua dibagian teknik dan produksi bekerja ekstra untuk memantau terus kondisi air agar dapat memenuhi kebutuhan para pelanggan. Seperti terlihat, IPA I sama sekali tidak bisa dioperasikan. Berharap adanya IPA II yang memberikan pelayanan. Belum lagi adanya kerusakan teknis seperti adanya kerusakan jaringan seperti baru baru ini terjadi. Jadi upaya kita lakukan semaksimal mungkin untuk melayani pelanggan dengan segenap sarana dan tenaga kita,” ungkap Abisua Setia Nugroho.

Harapan kita, lanjut Abisua lagi, kita terus berupaya melakukan pelayanan yang terbaik seperti yang dilakukan pada saat ini, kami mensuplay daerah kota yang belum mendapatkan air dengan menggunakan mobil tangki, sekarang malam ini di simpang Jalan Patih Rumpih dan Jalan Meranti dengan cara di suntikan ke pipa transmisi. Dan ada juga melayani dengan mobil tangki di daerah anjir serapat yang belum mendapat air dengan cara pelanggan dipersilahkan mengambil air di mobil tangki di depan handel, pungkas Abisua Setia Nugroho (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *