Sabtu , 26 September 2026

Air PDAM Pulpis Mulai Payau, Warga Diingatkan Jangan Konsumsi Langsung

NUSAKALIMANTAN.COM, Pulang Pisau – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Danum Barasih Kabupaten Pulang Pisau resmi mengeluarkan imbauan kepada seluruh pelanggan di wilayah Kabupaten Pulang Pisau.

Warga diimbau untuk menggunakan air secara hemat, bijak, dan tidak langsung dikonsumsi sebagai air minum. Langkah ini diambil menyusul memburuknya kualitas sumber air baku yang diambil dari Sungai Kahayan dalam sepekan terakhir.

Dalam pengumuman resmi yang disebarkan, Perumdam Danum Barasih menyampaikan bahwa kondisi air baku Sungai Kahayan sudah mulai terasa payau, meskipun saat ini kadarnya masih berada di bawah ambang batas payau yang ditetapkan.

“Sehubungan dengan kondisi sumber air baku Sungai Kahayan dalam sepekan terakhir sudah mulai terasa payau, namun kondisi masih di bawah ambang payau. Untuk itu kami menghimbau kepada pelanggan agar menggunakan air dengan hemat dan bijak. Air tidak boleh langsung diminum, utamakan untuk kebutuhan MCK,” bunyi informasi resmi Perumdam Danum Barasih.

Kondisi ini pun dibenarkan sejumlah warga pelanggan Perumdam Danum Barasih. Mereka mengakui air yang mengalir dari keran rumah sejak beberapa hari terakhir memang berubah rasa dan bau, bahkan tampak keruh.

“Sudah terasa beberapa hari ini, airnya terasa asin-payau, tidak enak kalau dipakai masak apalagi diminum langsung. Kadang airnya juga keruh, harus diendapkan dulu baru bisa dipakai mandi atau cuci,” ujar Siti, warga Kelurahan Pulang Pisau yang menjadi pelanggan PDAM sejak bertahun-tahun, Jumat (25/9/2026).

Hal serupa disampaikan Julpansyah, warga lingkungan lain yang juga merasakan perubahan kualitas air. “Rasanya sudah jelas berbeda, tidak seperti biasanya. Kami sudah tidak berani meminumnya langsung, meskipun sudah direbus rasanya tetap terasa. Sekarang kami membeli air isi ulang untuk kebutuhan minum dan memasak, sedangkan air dari keran hanya dipakai mandi, cuci, dan kakus saja,” katanya. (nk-1/abdmanan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *