NUSAKALIMANTAN.COM, Pulang Pisau – Deretan tanaman penghias sepanjang median jalan utama di wilayah perkotaan Pulang Pisau terlihat layu dan mengering. Fenomena ini memicu pertanyaan sejumlah warga apakah kondisi itu akibat kemarau panjang atau kurangnya perawatan dan penyiraman dari dinas terkait.
Dari pantauan awak media ini, Senin (5/10/2026), tampak berbagai jenis tanaman hias di sepanjang median jalan Panunjung Tarung berwarna cokelat kering.
Akibat kondisi tersebut, menuai sejumlah pertanyaan warga. Mereka (warga) berpendapat kondisi tanaman itu kemungkinan disebabkan oleh curah hujan yang sangat minim dalam berbulan-bulan ini atau memang sengaja dibiarkan mengering tanpa adanya penyiraman rutin dari dinas terkait dalam hal ini Dinas PUPRP Bidang Tata Ruang Pemkab Pulang Pisau.
“Terlepas musim kemarau, kami lihat tanaman hias kita ini memang sengaja dibiarkan dan tidak disiram secara teratur. Harusnya kalau musim kemarau lebih sering lagi dilakukan penyiraman, agar tanaman tetap tumbuh segar hijau,” ujar salah satu warga Pulang Pisau yang meminta namanya tidak disebutkan.
Senada, warga lainnya yang namanya enggan disebut menduga bahwa ratusan tanaman hias di median jalan utama kota Pulang Pisau itu sengaja dibiarkan hingga layu, mengering, dan akhirnya mati.
“Mungkin akan diganti dengan tanaman baru, tapi sangat disayangkan tanaman yang ada ini kan sebelumnya masih tumbuh subur. Kalau memang hendak diganti dengan tanaman baru, ya harus keluar anggaran lagi. Padahal daerah kita berdampak efesiensi kan,” kata warga yang mengaku sebagai pecinta tanaman hias.
Saat dikonfirmasi bidang terkait, belum ada tanggapan hingga berita ini diterbitkan.
Warga pun masih menunggu keterangan resmi dari dinas terkait penyebab pasti dan langkah perbaikan.
“Kami berharap dinas terkait segera menindaklanjuti, baik dengan menyiram secara berkala, karena tanaman yang kering dan lagu ini masih sangat bagus dan sebelumnya tumbuh dengan subur,” tambahnya. (abdmanan)
NusaKalimantan.Com Kanal Informasi yang Lugas, Cerdas, Terpercaya