NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Bupati Kapuas HM Wiyatno dan Wakil Bupati Dodo, Sekretaris Daerah Usis I Sangkai Ketua Tim Penggerak PKK Hj Saniah Wiyatno dan Kepala Dinas Kesehatan dr Agus Waluyo menghimbau seluruh masyarakat untuk menyambut dan menyukseskan Bulan Imunisasi Kejar Nasional (BIKN) 2026 yang berlangsung serentak pada 1–31 Oktober 2026.
Dalam himbauan disampaikan pada masyarakat seperti yang disebutkan oleh Kepala Dinas Kesehatan dr Agus Waluyo MM menghimbau bagi masyarakat yang memiliki bayi, balita untuk mendatangi seluruh Posyandu, Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Yang mana sasaran utama untuk kegiatan tersebut adalah bayi usia 0–11 bulan dan anak bawah dua tahun usia 12–23 bulan yang belum pernah atau belum lengkap menerima imunisasi sesuai jadwal termasuk anak dengan status zero dose. Yang mana berdasarkan data Dinas Kesehatan, cakupan imunisasi bayi lengkap di Kabupaten Kapuas memerlukan percepatan yang signifikan terdapat ribuan anak berisiko zero dose, sehingga keterlibatan aktif orang tua sangat krusial.
Selanjutnya juga Kepala Dinas Kesehatan dr Agus Waluyo,MM., yang disampaikan melalui Kepala Puskesmas Melati Fansha Tio Anugrah, M.Kep. menyebutkan akan berusaha jemput bola untuk mensukseskan kegiatan ini, melalui koordinasi dengan lintas sektor dalam lokakarya mini ( Lokmin ) dalam mendata dan memenuhi pencapaian dan target pelayanan imunisasi kejar ini. Kita juga aktif melalui petugas tenaga kesehatan kita dan bekerjasama dengan kader posyandu dan lain sebagainya mendata ke Kelompok bermain, penitipan bayi, dan Paud serta lainnya untuk mendata ulang yang belum terimunasai atau belum mendapatkan imunisasi lengkap,
” Kendala kita dilapangan adalah adanya Ketidak sinkronan antara data di Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) dan Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) imunisasi kesehatan merupakan kendala umum yang sering dihadapi oleh petugas kesehatan di lapangan. Kondisi ini menyebabkan jumlah capaian cakupan imunisasi atau program kesehatan lainnya di dasbor digital berbeda dengan pencatatan manual atau laporan bulanan puskesmas,” terang Fansha Tio Anugerah saat ditemui di Puskesmas Melati Jalan Melati Kuala Kapuas Jumat (9/10) pagi.
Dilanjutkan Tio penyebab Utama Ketidaksinkronan keterlambatan Penarikan Data (Delay Sync). Server pusat membutuhkan waktu untuk memproses data dari aplikasi mobile. Terkadang data yang diinput di ASIK mobile baru muncul di dasbor web setelah beberapa jam atau hari. Perbedaan Basis Data Sasaran yang mana PWS puskesmas sering kali menggunakan data sasaran riil hasil pendataan manual di lapangan. Sementara itu, ASIK berbasis pada NIK yang valid dan terintegrasi dengan Dukcapil.
Hal ini jika ada melakukan penjadwalan pertemuan antara pemegang program PWS dan petugas penginput ASIK. Melakukan hubungan atau kontak ke Help desk Kemkes jika terjadi error data yang bermasalah, saran Fansha Tio Anugerah (wan )
NusaKalimantan.Com Kanal Informasi yang Lugas, Cerdas, Terpercaya