NUSAKALIMANTAN.COM, Pulang Pisau — Kualitas udara di Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah hari ke hari terus memburuk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Meski begitu, kebijakan sejumlah sekolah tetap memberlakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.
Padahal berdasarkan pemantauan grafis kondisi cuaca, kualitas udara di wilayah Kota Pulang Pisau kini masuk kategori berbahaya dan sangat tidak sehat.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pulang Pisau Nikharter kepada NUSAKALIMANTAN.COM menyebut kondisi kabut asap pada beberapa wilayah di Kabupaten Pulang Pisau berbeda-beda, dan yang mengetahui kondisi kabut asap secara realtime di masing-masing satuan pendidikan adalah warga sekolah di satuan pendidikan tersebut.
“Maka mengacu pada Surat Edaran diberikan kewenangan kepada Kepala Sekolah untuk mengambil kebijakan apakah KBM berjalan normal, penyesuaian jam belajar, atau pembelajaran jarak jauh (PJJ),” ujar Nikharter saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2026).
Kebijakan ini memberikan fleksibilitas bagi setiap sekolah untuk menilai langsung situasi di lingkungannya sendiri.
Sekolah yang mendapati asap tebal dan berisiko bagi kesehatan siswa dapat menerapkan PJJ atau menyesuaikan jam belajar, sementara wilayah yang kondisinya masih dapat ditoleransi tetap melaksanakan kegiatan seperti biasa.
Para orang tua dan warga sekolah untuk tetap waspada dan memantau perkembangan kondisi udara secara berkala.
Bagi siswa yang beraktivitas di luar ruangan pun disarankan menggunakan pelindung pernapasan (masker) agar terhindar dari gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Pantauan di lapangan, kabut asap masih menyelimuti sebagian besar wilayah Pulang Pisau, mengurangi jarak pandang dan menimbulkan bau yang menyengat.
Warga pun berharap penanganan Karhutla dapat dipercepat agar kualitas udara segera membaik dan aktivitas masyarakat kembali normal.
“Semoga penanganan karhutla lebih cepat dan maksimal, agar udara kita cepat normal. Kasian juga anak-anak kita saat bersekolah dihadapkan dengan udara tidak sehat akibat kabut asap Karhutla,” ucap salah seorang warga Pulang Pisau yang enggan disebut namanya. (nk-1-abdmanan)
NusaKalimantan.Com Kanal Informasi yang Lugas, Cerdas, Terpercaya