NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – Upaya Pengembangan sektor wisata, argowisata dan ekowisata dilingkungan SMK 3 Kapuas, Jalan Pemuda Kuala Kapuas , dengan konsep memberdayakan jurusan yang ada di Sekolah Kejuruan tersebut. Maksudnya sekalian merupakan tempat praktek bagi siswa, disambut baik oleh Disbudpora Kapuas. Sesuai tupoksi dinas tersebut menangani Kepariwisataan.
Senin (4/4) Pukul 11.45 WIB, saat ditemui di ruang kerjanya, Kepala Dinas Budaya Pemuda dan Olahraga ( Kadisbudpora) H Suparman S.IP.,M.Si mengatakan sangat menyambut baik rencana dari pihak SMK 3 Kapuas untuk membuat destinasi ( tujuan) wisata buatan di area lahan SMK 3 yang sangat begitu strategis lokasinya,
“Sepertinya kita ketahui, letak SMK 3 atau lebih dikenal dengan sebutan sekolah pertanian ini, berada tidak jauh dari titik nol atau bunderan besar kota Kuala Kapuas. Jika dikembangkan menjadi tempat wisata, pasti sangat menarik. Pengunjung yang melintas Kota Kuala Kapuas yang mau mampir, tidak jauh,” ujar H Suparman.
Disebutkan H Suparman juga, bundaran besar yang ada taman Askari dengan nuansa bermain anak, dan lainnya aja sering disinggahi untuk photo dan sekejap beristirahat, dengan adanya tempat lain yang tidak begitu jauh, tentu saja menjadi alternatif pilihan baik untuk yang melintas maupun warga kota Kuala Kapuas sendiri, tambahnya.
Sebelumnya Kepala Sekolah SMK 3 Kapuas, Suryani S.Pd., M.Pd., menyampaikan kita punya obsesi kedepan memanfaatkan jurusan yang ada di SMKN 3 Kapuas ini. Kita punya jurusan perikanan bisa buat kolam pancing, lalu jurusan peternakan melakukan ternak ayam, serta perkebunan untuk agrowisata dan Ekowisata. Semua kita lakukan dalam satu paket wisata, terus kita membuat semacam rumah makan. Itu yang kita inginkan dan angankan di lokasi lahan SMK 3 Kapuas sendiri, ujar Suryani.
SMK Negeri 3 Kapuas yang terletak di perlintasan jalan besar ini memiliki luas lahan sekitar 35 hektar. Rencana yang dikembangkan 10 hektar untuk ditanami bermacam tanaman. Sekitar satu hektarsudah tertanam jeruk Siam Banjar. Sedang dikembangkan tanam pisang hasil kultur jaringan kepok tanjung, dimana sudah ada bibitnya, dan sudah dicoba dikembangkan setengah hektar.
“Sayur mayur seperti cabe terong tomat dan jagung. buah juga sudah coba ditanam yaitu melon dan mentimun.
Selebihnya perikanan dan peternakan. Untuk perikanan yang sudah dicoba nila dan patin. Dan akan dikembangkan juga ikan papuyu,” terang Eko Joko Nugroho SP ketua jurusan pertanian saat ditemui di SMK 3.
Salah satu konsultan dari kelompok tani Yanir, S.Sos menyampaikan usulan kelompok ikut berpartisipasi, dengan keikutsertaan masyarakat juga untuk membantu membuka lahan dan budidaya, sehingga apa yang diimpikan dan direncanakan ini dapat tercapai dan terwujud, sebut Yanir. (wan)
NusaKalimantan.Com Kanal Informasi yang Lugas, Cerdas, Terpercaya