Rabu , 17 April 2024
Saat sebelum pengguntingan pita peresmian Rujab Bupati Kapuas

Rumah Jabatan Bupati Kapuas Diresmikan

NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – Bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bupati Kapuas Ir. Ben Brahim S Bahat, MM.MT., meresmikan Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Kapuas  Jalan Jenderal Sudirman Kuala Kapuas, pada Senin (27/3) pagi lalu,  sebelum keberangkatan ke Jakarta.

Bersama sama dengan Forkopimda lainnya,Bupati Kapuas melakukan  pemotongan di depan pintu masuk, didampingi oleh Wakil Bupati HM Nafiah Ibnoor, para undangan terdiri dari Kepala SOPD, Camat, Lurah dan Kades, serta undangan lainnya.

“Rumah jabatan ini telah diresmikan dan siap untuk digunakan sebagai tempat kegiatan seperti kegiatan keagamaan dan lainnya. Bangunan Rujab ini sesuai dengan filosofi orang tua, rumah itu dapat dimasuki sebelum selesai dibangun dan diperbaiki di dalamnya. Hari ini adalah saat yang tepat untuk meresmikan rumah jabatan tersebut karena beberapa ruangan telah selesai dibangun dan bisa menampung lebih dari 2000 orang di ballroom,” sebut Ben Brahim.

Ben menambahkan, masih ada beberapa furniture dan ruangan yang perlu diselesaikan, mungkin akan dilakukan pada tahun 2024. Kita memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang mendukung kegiatan ekonomi kerakyatan tetap menjadi fokus utama pemerintah, ujar Ben dalam wawancaranya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPRPKP Kapuas, Teras, menjelaskan bahwa bangunan rumah jabatan yang baru telah selesai dibangun dengan anggaran proyek multi-tahun selama 2 tahun senilai lebih dari Rp63 miliar. Sebelumnya, bangunan rumah jabatan yang lama tepat berada di tepi Sungai Kapuas Murung dan telah berdiri sejak tahun 1963 yang lalu,

Bangunan yang menjadi objek vital daerah tersebut memerlukan perhatian serius karena fungsinya sebagai hunian orang nomor satu di Kabupaten Kapuas. Bangunan lama tersebut menggunakan pondasi rolag bata dengan perkuatan cerucuk galam di bawahnya, dan struktur tiang, dinding, dan rangka atap menggunakan bahan kayu, karena sudah berusia 57 tahun, banyak bagian dari bangunan yang dimakan rayap sehingga konstruksi bangunan mengalami penurunan dan penyusutan baik keandalan bangunan maupun kekuatan struktur, yang membahayakan keselamatan bangunan,

“Alasan itulah dibangun bangunan baru dua lantai dengan luas lahan kurang lebih 7400 m2 yang terdiri dari beberapa bangunan, seperti ballroom, ruang rapat, kamar vvip, dan lainnya. Bangunan baru tersebut akan menjadi ikon dan simbol baru Kabupaten Kapuas dengan nuansa etnik Dayak modern,” ujar Teras, ST MT. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *