Senin , 24 Juni 2024

Balakar 545 Kapuas Berangkatkan Personil Pencarian Hilangnya Mahasiswa ULM di Sei Ahas.

NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – BPK Tirta Borneo yang tergabung dalam Relawan Balakar 545 Kapuas, dalam membantu tim pencarian korban salah satu mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat ( ULM) yang diperkirakan hilang saat melalukan geotagging di daerah Desa Sei Ahas Kecamatan Mantangai beberpa hari yang lalu.

Rahmat M Noor, selalu Ketua Harian Balakar 545 Kapuas mengatakan telah mengirim personil untuk membantu pencarian korban yang dinyatakan hilang bersama relawan dan petugas lainnya yang sudah ada di tempat kejadian,

” Empat personil dari BPK Tirta Borneo dan ditambah satu personil dari Palingkau, membantu ikut dalam penyisiran guna bisa menemukan korban mahasiswa ULM yang hilang di Sei Ahas. Batas waktu tergantung kordinasi di lapangan. Tim kita akan bergabung bersama Basarnas, BPBD, TNI Polri dan relawan lainnya, sesuai dengan kemampuan personil masing masing,” ungkap Rahmat M Noor saat melepas personil.dalam sebuah acara pelepasan di Markas Balakar 545 Kapuas Jalan Tjilik Riwut Kuala Kapuas.

Ditambahkan Rahmat M Noor yang juga Lurah Selat Utara ini, berharap semoga korban cepat ditemukan dan dalam.keadaan selamat. Semoga cepat pula pencarian ini akan berakhir dengan keadaan yang baik dan semua dapat perlindungan dari Allah SWT selama menjalankan tugas ini, pungkas Rahmat.

Sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas telah mengerahkan personel untuk melakukan pencarian tersebut. Korban yang hilang diketahui bernama Aditya Dharma Santoso (21) warga Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Dikatakan hilang pada Kamis sore, (2/4).

“BPBD berkoordinasi dengan Basarnas Palangka Raya, Camat Mantangai, Polsek, Koramil, Kades Sei Ahas, KPHL, pihak PBS dan pihak terkait lainnya untuk melakukan operasi SAR di lokasi korban hilang. Dimana Tim dari BPBD dan Basarnas tiba di kantor Kecamatan Mantangai langsung berkoordinasi dalam perencanaan operasi SAR yang akan dilaksanakan,” ujar Plt Kepala BPBD Kapuas, Fakhruransi.

Dijelaskannya, kronologis singkat korban diduga hilang tersebut berawal pada Kamis pagi, 2 Mei 2024, korban bersama mahasiswa lainnya dan pendamping dari Perusahaan Besar Swasta (PBS) sedang melaksanakan kegiatan data Geotagging di Desa Sei Ahas, Kecanatan Mantangai.

Selanjutnya, sekitar pukul 14:30 WIB sampai dengan pukul 15:30 WIB korban tidak kunjung kembali dari lokasi pengambilan data Geotagging.

Lalu, teman dan tim pendamping melakukan pencarian ke jalur yang dilewati korban tetapi tidak menemukan keberadaan korban.

“Laporan dari Camat Mantangai, Pj Kades Sei Ahas serta Pihak PBS bahwa Tim masih melakukan pencarian korban mulai dari tanggal 3 Mei 2024 sekitar pukul 07:00 WIB,” ujar Fakhruranzi.

Data terakhir ciri ciri korban yaitu pakaian yang melekat ditubuh korban yang terakhir digunakan, baju warna merah lengan panjang bersablon putih, tas warna hitam dan sepatu berwarna hijau tua. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *