Sabtu , 30 Agustus 2025

Semoga Pemkab Pulpis Bisa Melirik Potensi Pengembangan dan Budidaya Itik di Desa Belanti Siam

NUSAKALIMANTAN.COM, Pulang Pisau – Kepala Dinas TPHP Pemprov Kalteng Rendy Lesmana melalui Wasbitnak Alhi Madya Dinas TPHP Kalteng, didampingi Kabid PKH Distan Pulang Pisau Ibrahim, menanggapi dan sekaligus mengklarifikasi terkait pemberitaan sebelumnya di media ini pada tanggal 25 Agustus 2025, dengan judul “Peternakan Itik Petelur di Belanti Siam Mangkrak”.

Respon dan tanggapan yang disampaikan, terkait pengembangan dan budidaya peternakan Itik di kawasan Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, khususnya terkait keberadaan kandang di lokasi sawah food estate, yang pernah dikunjungi Presiden Joko Widodo beberapa waktu, sebagai berikut:

Pertama, disampaikan pihaknya bahwa program peternakan itik yang terbengkalai tanggapan dari pemprov seperti apa? Dengan memperhatikan dan melihat kondisi kandang pengembangan Itik di wilayah desa tersebut sebenarnya sangat disayangkan dan memprihatinkan, sebab tidak dimanfaatkan lagi oleh Kelompok Tani Jaya Makmur (sebagai pengembang/pengelola ternak).

“Untuk itu, Dinas TPHP Pemprov Kalteng dan Dinas Pertanian (Distan) Pulang Pisau, akan melakukan kunjungan lapangan dan berkoordinasi dengan Kelompok Tani Jaya Makmur di Desa Belanti Siam,” ujar Togar kepada media ini, Jumat (29/8/2025).

Selanjutnya, bagaimana implementasinya sehingga terbengkalai? Untuk diketahui bersama bahwa program pengembangan Itik ini dimulai pada Tahun 2020 lalu, yang merupakan bagian dari program Strategis Nasional Food Estate yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.

Dimana, lanjut Togar, program tersebut merupakan dukungan dari pemerintah pusat dalam sektor peternakan, yakni penyediaan ternak itik untuk mendukung ketersediaan protein hewani.

Lebih lanjut, terangnya, kegiatan Pengembangan Itik tersebut di kelola oleh Kelompok Tani Ternak Jaya Makmur, dengan Ketua Kelompoknya Parmin dan mendapat bantuan paket lengkap.

“Kegiatan Budidaya itik ini sumber pendanaannya murni dari APBN Kementerian Pertanian RI melalui BALITNAK Bogor, sekarang menjadi Badan Perakitan  dan Pengujian Unggas dan Aneka Ternak (BRMP U dan AT) dan sekaligus juga mendampingi Pemberdayaan Kelompok Tani Jaya Makmur tersebut hingga akhir tahun 2023,” tuturnya.

“Kelompok Tani Jaya Makmur ini sebenarnya adalah sebagai kelompok demplot atau Kelompok percontohan untuk pengembangan budidaya ternak itik,” sebutnya.

Lalu, jelas Togar, semenjak awal tahun 2024 hingga tahun 2025 ini, Badan Perakitan  dan Pengujian Unggas dan Aneka Ternak (BRMP U dan AT) tidak lagi melakukan pendampingan secara langsung (baik itu pendanaan dan lainnya), hingga dalam pelaksanaan budidaya itik semuanya diserahkan kepada kelompok tani Jaya Makmur, baik itu dalam manajemen pemeliharaan, pembelian Pakan, penanganan kesehatan hewan, dan pemasaran hasil produksi itik (Telur dan DOD).

“Atas permasalahan atau kendala itu, kelompok Tani Ternak Jaya Makmur juga tidak melaporkan atau tidak berkoordinasi dengan Distan Pulang Pisau dan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga kelompok tani tidak lagi memanfaatkan  kandang dan perlengkapan lainnya,” tegas Togas menjelaskan.

Kemudian lagi, masih dalam tanggapan dinas, bagaimana pengawasan terkait program tersebut? Nah, kedepannya, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, dan Dinas Pertanian Pulang Pisau akan segera melakukan koordinasi dengan Badan Perakitan  dan Pengujian Unggas dan Aneka Ternak (BRMP U dan AT) di Bogor, Pemdes Belanti Siam dan Kelompok Tani Jaya Makmur, untuk mencari solusi dan strategi dalam memanfaatkan kandang ternak yang masih terbengkalai.

Disamping itu juga, pihaknya berharap Dinas TPHP Provinsi Kalteng dan Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau, akan bersama sama melakukan pendampingan dan pengawalan supaya keberadaan kandang itik dan perlengkapannya dapat dimanfaatkan lagi.

“Untuk mengawal program budidaya ternak itik yang ada di Kawasan Desa Belanti Siam tersebut, juga Dinas Provinsi dan Kabupaten Pulang Pisau serta Pemerintah Desa akan mencari investor atau pelaku pembudidayaan ternak itik dalam memanfaatkan Kandang Itik dan Peralatan Alsintan yang terdapat pada Kelompok Tani Ternak Jaya Makmur,” ujar Togar.

Melihat kondisi ini, pihaknya juga berharap agar pemerintah daerah setempat, dapat melirik potensi dari pengembangan ternak itik ini. Sebab,  kalau dikelola oleh daerah dalam hal ini Pemkab Pulang Pisau, maka besar keyakinan budidaya itik akan berkembang dengan pesat, dan bisa menambah PAD, serta meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Semoga Pemkab Pulpis bisa melirik potensi pengembangan budidaya itik ini, dan tidak hanya di wilayah Belanti Siam saja, kalau bisa di kawasan lainnya yang cocok untuk pengembangan budidaya itik, karena hasilnya cukup menjanjikan. Nah, terkait kelanjutan lokasi pengembangan itu yang terbengkalai, kami kembali akan menawarkan kepada Kelompok Tani Jaya Makmur, untuk mereka dapat mencari dan atau bekerja sama dengan pihak lain dalam melakukan pengembangan budidaya ternak itik dibawah pengawasan Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau dan Provinsi,” tutupnya. (Rilis/Abdmanan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *