Jumat , 24 April 2026
Penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di M Bahalap Hotel Palangka Raya, Kamis (23/4/2026).

Gubernur Kalteng Hadiri Misi Dagang Jatim–Kalteng 2026

NUSAKALIMANTAN,COM, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menghadiri kegiatan Misi Dagang Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 di M Bahalap Hotel Palangka Raya, Kamis (23/4/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyampaikan bahwa potensi sumber daya alam Kalimantan Tengah besar dan strategis untuk dikembangkan melalui kolaborasi antardaerah.

“Dengan wilayah luas dan sumber daya alam melimpah, Kalimantan Tengah memiliki potensi serta peluang investasi yang strategis dan prospektif,” tutur Agustiar.

Agustiar menegaskan, Misi Dagang ini menjadi momentum memperluas kerja sama di bidang perdagangan, investasi, dan hilirisasi industri, serta pengembangan potensi daerah melalui tiga zona utama, yakni Barat, Tengah, dan Timur.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyambut baik Misi Dagang ini sebagai langkah strategis memperkuat sinergi antardaerah. Pengembangan potensi daerah dilakukan melalui pembagian tiga zona utama. Setiap zona memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif, mulai dari sektor perkebunan, pertambangan, perikanan, dan industri kreatif,” jelas Agustiar.

Agustiar menjelaskan, salah satu program unggulan di sektor perikanan dikembangkan untuk mendorong hilirisasi dan ketahanan pangan, yakni shrimp estate udang vaname dan menegaskan bahwa seluruh program pembangunan daerah selaras dengan kebijakan nasional, termasuk biodiesel B50.

“Program ini menjadi langkah konkret untuk meningkatkan produksi, ekspor, dan kemandirian pangan daerah. Secara lebih luas, hilirisasi industri, khususnya kelapa sawit, diyakini mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi, ketahanan energi, dan pertumbuhan berkelanjutan,” tandas Agustiar.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pembangunan ekonomi daerah.

“Sinergi dan kolaborasi menjadi hal penting, tidak cukup hanya government to government tetapi melibatkan sektor swasta dan berbagai institusi,” ujar Khofifah.

Khofifah menyampaikan bahwa kerja sama antardaerah adalah bagian dari upaya memperkuat persatuan dan pembangunan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *