NUSAKALIMANTAN.COM, Pulang Pisau – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau menggelar ekspose akhir kajian efektivitas kebijakan konvergensi percepatan penurunan stunting, Rabu (19/8/2026) di aula kantor Bapperida daerah setempat.
Kegiatan yang dibuka Wakil Bupati (Wabup) Pulang Pisau H Ahmad Jayadikarta ini, bagian dari upaya pemerintah daerah mengevaluasi pelaksanaan kebijakan serta memastikan program penanganan stunting berjalan secara terpadu dan tepat sasaran.
“Karena apa yang kita inginkan tepat sasaran, supaya stunting bisa turun. Setidaknya di bawah 20 persen, karena angka stunting kita masih sejauh ini masih diangka 27,9 persen,” ujar Wabup
Ia berharap, melalui kajian tersebut dapat memperoleh gambaran mengenai efektivitas pelaksanaan program, termasuk capaian, kendala, serta aspek yang masih perlu diperbaiki.
“Untuk menurunkan angka stunting kita setiap tahun selalu menyiapkan anggaran sesuai bidang masing-masing. Ada beberapa dinas yang terkait yang menangani masalah stunting ini, terutama untuk penanganan bayi,” ujar Wabup.
Menurutnya, permasalahan stunting saat ini tidak lagi datang dari kondisi bayi dengan kondisi fisik pendek, tetapi dimana kondisi bayi dan balita memang mengalami kekurangan gizi.
“Intervensi kita saat ini menghindari perkawinan usia dini. Nah, dari situ dulu upaya kita mencegah stunting, nanti baru bagaimana penanganan ibu hamil, bayi dan balita. Jadi stunting bukan hanya karena tubuh pendek, tapi karena memang kondisi kekurangan gizi akut,” sebut Wabup Ahmad Jayadikarta. (Abdmanan)
NusaKalimantan.Com Kanal Informasi yang Lugas, Cerdas, Terpercaya