Jumat , 20 Maret 2026
Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran saat melepas program Angkutan Mudik Gratis Lebaran 2026/1447 Hijriah

Gubernur Kalteng Lepas Mudik Gratis Lebaran 2026

NUSAKALIMANTAN.COM, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran secara resmi melepas program Angkutan Mudik Gratis Lebaran 2026/1447 Hijriah, yang dipusatkan di Bundaran Besar Palangka Raya, Rabu (18/03/2026). Program ini menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung tradisi mudik Lebaran yang aman, nyaman, dan terjangkau.

Mudik gratis merupakan program pemerintah untuk membantu masyarakat pulang ke kampung halaman tanpa terbebani tingginya biaya transportasi, sekaligus menekan risiko kecelakaan akibat penggunaan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor.

Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa mudik adalah tradisi penting bagi masyarakat Indonesia.

“Kami ingin memastikan bahwa hak untuk merayakan Lebaran di kampung halaman adalah milik semua lapisan masyarakat, tanpa terkecuali,” tuturnya.

Gubernur juga menyampaikan pesan penting kepada seluruh pihak diantaranya kepada pengemudi agar mengutamakan keselamatan, kepada penumpang menjaga ketertiban dan kesehatan dan kepada petugas memberikan pelayanan terbaik dan humanis.

Menutup kegiatan, Gubernur berharap seluruh pemudik dapat sampai di tujuan dengan selamat dan merayakan Idulfitri bersama keluarga dengan penuh kebahagiaan.

“Semoga perjalanan mudik tahun ini berjalan lancar, aman, dan membawa kebahagiaan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Plt. Sekda Kalteng Leonard S. Ampung dalam laporannya menyampaikan bahwa program ini menyediakan 18 unit bus dengan total penumpang 626 orang dengan rute strategis yakni Palangka Raya – Pangkalan Bun, Palangka Raya – Sampit, Palangka Raya – Buntok, Palangka Raya – Muara Teweh, Palangka Raya – Pangkoh hingga lintas provinsi menuju Banjarmasin.

Program ini juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI/Polri, BUMN, sektor swasta, hingga organisasi mitra perhubungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *