Minggu , 24 Mei 2026

Pengurus DAD Kapuas Dilantik Bersamaan Dengan 7 Kabupaten dan 1 Kota di Palangka Raya

NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – Setelah Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kapuas secara aklamasi memilih Usis I Sangkai sebagai ketua, pada Musyawarah Mufakat yang dilaksanakan Senin (6/4) di Aula Kantor Bapperida Kabupaten Kapuas Jalan Tambun Bungai Kuala Kapuas. Kepengurusan DAD kemudian disusun melengkapi jabatan kepengurusan lainnya.

Terpilih dalam kepengurusan DAD Kapuas perode 2026 – 2031 ini sebagai Ketua Umum Usis I Sangkai, ketua harian Gimer L Satu, Ketua I Yan Hendri Alle, Ketua II Teras Saha, Ketua II Aswan, Sekretaris Umum Hargatin, Sekretaris I During Manjin, Sekretaris II Antonius Wahyu Tri Putranto, Sekretaris III Edy Lesmana, Bendahara Umum Marlina Kaspiati, Bendahara I Christien Yuliantoro dan Bendahara II Jevi Era.

Kepengurusan ini pada Jumat (22/6) dilantik oleh
Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran,, yang juga merangkap Ketua Umum DAD Provinsi Kalimantan Tengah. Sekaligus melantik Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (BATAMAD) untuk Kota Palangka Raya dan 7 Kabupaten lainnya di gedung AJT Palangka Raya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Martin Billa, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen pol Iwan Kurniawan, Plt Sekda Provinsi Kalimantan Tengah Inae, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah Junaidi, Ketua Harian DAD Provinsi Kalimantan Tengah Prof DR Andrie Elia Embang dan pengurus lainnya. Ketua Batamad Provinsi Kalimantan Tengah Lohing Simon, unsur Ketua Ormas se-Kalimantan Tengah. Tampak hadir pula sejumlah Bupati dan Wakil Bupati seperti Bupati Murung Raya Heriyus, Bupati Barito Selatan Eddy Raya, Bupati Kotim Halikinoor, Bupati Gunung Mas Jaya S Monong, Bupati Katingan Saiful, Bupati Kapuas Wiyatno, Bupati Bartim M Yamin, Bupati Lamandau Risky Aditia Putra, Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, Wakil Wali Kota A Zaini Wakin Bupati Pulang Pisau Jayadikarta

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dalam sambutannya menegaskan, pelantikan pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) dan Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (BATAMAD) se-Kalimantan Tengah bukan sekadar agenda organisasi rutin, melainkan momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah dalam menghadapi dinamika sosial, budaya, dan ekonomi di daerah,

” Kalimantan Tengah merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam sekaligus memiliki keberagaman suku, budaya, dan agama yang harus terus dijaga bersama. Di tengah arus modernisasi dan masuknya investasi ke daerah, tantangan sosial yang dihadapi masyarakat semakin kompleks. Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga harmoni agar pilar-pilar kebangsaan tetap kokoh berdiri,” ujar Agustiar.

Agustiar berharap kepengurusan yang baru dilantik dapat terus solid, berintegritas, dan bersinergi dengan pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum demi mewujudkan Kalimantan Tengah yang semakin berkah, maju, dan sejahtera, pungkasnya. (wan)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *