Minggu , 26 Juli 2026

Malam Ramah Tamah Dengan Mahasiswa KKN Uniska Banjarmasin dimeriahkan Nobar Film Nyai Undang

NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas Rangkaian kegiatan mahasiswa KKN dari Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari ( Uniska – MAAB ) Banjarmasin diisi dengan ramah tamah sekaligus perpisahan. Kegiatan tersebut di isi dengan Nonton Bareng Film Nyai Undang dan mendengar lagunya dari penyanyi yang juga pemain film tersebut. Acara dilaksanakan di Aula Kantor Kelurahan Pulau Kupang Jalan Pematang Sawang Kecamatan Bataguh pada Sabtu (15/7) pukul 19.30 WIB.

Memeriahkan acara ramah tamah ini hadir Ketua ekonomi kreatif (ekraf) Kabupaten Kapuas Helfrid Nuah, Kasubsektor Pulau Kupang Raju, Perwakilan Danramil 1011-14/ Selat Hanafi, Damang Bataguh Darmandi, Lurah Pulau Kupang Erliansyah dan Perangkat Kelurahan Pulau Kupang lainnya, Ketua RT se Kelurahan Pulau Kupang dan masyarakat lainnya serta Mahasiswa KKN Uniska yang berjumlah 160 orang dengan guru pendamping Sitnahajar Malawat.

Dosen pendamping Sitnahajar Malawat terkesan akan perhatian dari Pemerintahan Kelurahan Pulau Kupang dengan perhatian yang luar biasa sangat dan sangat membantu serta penuh perhatian. Selama menjadi dosen pendamping ini adalah pengalaman pertama bagi saya. Ini adalah wujud kecintaan pada budaya dengan adanya situs yang diperkenalkan melalui film ini untuk saya pribadi maupun mahasiswa Uniska lebih mengenal potensi budaya yang ada di Kelurahan Pulau Kupang Kecamatan Bataguh ini. Merupakan kesempatan luar biasa bagi kami nonton bareng film Nyai Undang dengan keberadaan museum mini dan lainnya. Ini merupakan sebuah edukasi bagi kami, ungkap dosen yang disapa akrab Sita.

Lurah Pulau Kupang menanggapi sambutan Dosen Pendamping Ibu Sita, kita sejak dipercaya memimpin Kelurahan Pulau Kupang ini punya prinsip bekerja dengan hati. Termasuk juga dalam menerima kedatangan adik adik mahasiswa yang melakukan KKN di wilayah Kelurahan kita ini. Adanya pemutaran Film Nyai Undang ini adalah upaya kita memperkenalkan budaya dan asal usul masyarakat Dayak, khususnya berada dalam wilayah kita yaitu adanya Putri pemimpin yaitu Nyai Undang.

“Melalui film nyai undang ini disamping mengenalkan budaya dan adanya sejarah perjuangan wanita Dayak kita berupaya memberi kesan pada semua baik dosen dan mahasiswa akan menjadi pengobat kerinduan dengan menyaksikan film ini melalui webnya apabila telah berada di kediaman maupun di Kampusnya,” ucap Erliansyah.

Dalam kesimpulan kesan dan pesan dari pada Mahasiswa yang diwakili masing masing ketua kelompok menyambut baik adanya edukasi dengan menyaksikan sejarah perjuangan perempuan dimasa lalu yang baru mereka ketahui dan menjadi inspirasi. Juga dari lagu nyai undang yang bisa nanti akan kita liat melalui you tube dan lainnya. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *