Sabtu , 29 Agustus 2026

Lurah Erliansyah Pemerhati Budaya Diundang Sebagai Narasumber di Palangka Raya

NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Budaya Palangka Raya aktif membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan pemerhati budaya, termasuk mendukung pengembangan Museum Mini Artefak Kerajaan Nyai Undang di Kelurahan Pulau Kupang, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas. Lurah Pulau Kupang Erliansyah bersama masyarakat dan tokoh adat, berperan aktif dalam melestarikan situs sejarah dan budaya lokal. Karena itulah Erliansyah diundang sebagai Pemerhati Budaya, sekaligus menjadi Nara sumber merupakan satu-satunya Nara sumber yang berasal dari luar Kota Palangka Raya.

Erliansyah saat ditemui di Kelurahan Pulau Kupang, pada Jumat (28/8) pukul 10.30 WIB mengatakan, dalam upaya pengembangan budaya, salah satu peran Kelurahan Pulau Kupang mengembangkan museum mini artefak dan mengenalkan tradisi lokal kepada wisatawan mancanegara. Keberadaan museum mini menyimpan sejarah ini berfungsi sebagai sarana pelestarian sejarah sekaligus daya tarik wisata edukasi budaya di Kalimantan Tengah,

“Peran UPT Taman Budaya Palangka Raya dibawah naungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, mendorong pelestarian seni dan kerja sama dengan berbagai pegiat budaya daerah. Termasuk dengan kita, merupakan suatu kehormatan bagi kita diundang sebagai narasumber dalam sebuah kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Galeri UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah, Jalan Temanggung Tilung XIII, Palangka Raya dalam kegiatan Workshop Jejak Wastra Tari” pada Kamis (27/8) kemarin. Selain kita Narasumber yang dari luar kota, ada Yoan Taway (Designer) Dodi Andreas (Penggiat Seni) M. Rizky J (Designer) Marini (Praktisi Seni Pertunjukan) semuanya dari Palangka Raya,” terang Erliansyah.

Erliansyah menambahkan lagi sebagai pengamat seni ia berfokus pada analisis, penggalian, serta penghidupan kembali nilai-nilai budaya lokal melalui kombinasi kain tradisional (wastra) dan seni. Tentu saja kita bertujuan merawat warisan, menampilkan identitas Dayak. Acara Workshop Jejak Wastra Tari 2026 diikuti oleh para generasi muda baik pelajar maupun mahasiswa, penggiat seni, praktisi seni pertunjukan, perwakilan sanggar tari, serta pemerhati budaya, jelas Erliansyah.

Sebagai pengamat seni, Erliansyah wajar mendapat kehormatan sebagai Narasumber karena disamping penggiat seni tari dengan Sanggar Tinggang Menteng Pahunujung Tarung yang telah banyak berkiprah dan berprestasi dari dunia tari, baik Nasional maupun internasional,, ia juga melakukan upaya pengembangan Museum Mini Artefak Kerajaan Nyai Undang di Kelurahan Pulau Kupang, Kecamatan Bataguh,

“Kita bersinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pemerhati budaya. Benda-benda bersejarah awalnya ditemukan dan disimpan secara mandiri oleh masyarakat setempat sebelum akhirnya diwadahi dalam museum mini. Pemerintah kecamatan bersama kelurahan dan tokoh adat aktif berkolaborasi untuk merawat serta memperkenalkan sejarah lokal kepada generasi muda,” ungkap Erliansyah (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *