Minggu , 28 November 2021
Habib Ali Khaidir
Habib Ali Khaidir saat menyampaikan uraian hikmah Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Masjid Agung Arraudhah Pulang Pisau, Minggu (31/10/2021)

Habib Ali Khaidir Al Kaff Isi Peringatan Maulid di Masjid Agung Arraudhah Pulpis

NUSAKALIMANTAN.COM, Pulang Pisau – Habib Ali Khaidir Al Kaff, seorang ulama kharismatik dari Banjarmasin Kalsel ber kesempatan mengisi kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Arraudhah Pulang Pisau, Minggu (31/10/2021).

Habib Ali Khaidir saat ini aktif sebagai Ketua PC NU Kota Banjarmasin dan juga Ketua Komisi Hubungan Antar Umat Beragama pada kepengurusan MUI Provinsi Kalsel.

Dalam ceramahnya dia menyampaikan tentang kemuliaan akhlak Rasulullah SAW dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan patut menjadi contoh suri tauladan bagi umat Islam di seluruh dunia.

Habib Ali Khaidir juga menceritakan sirah nabawiyah dan kemuliaan akhlak kepada sesama umat beragama. Dia ceritakan suatu kali setelah Rasulullah SAW wafat Abu Bakkar Assiddiq mendatangi putrinya Sayyidatuna Aisyah yang juga istri Rasulullah SAW.

Abu Bakkar Assiddiq bertanya apakah ada amanat rasulullah yang belum ia laksanakan, Aisyah kemudian mengungkapkan bahwa setiap hari Rasulullah SAW meminta bungkusan makanan untuk dia bawa ke pasar Madinah Al Munawarah.

Habib Ali Khaidir Al Kaff

Setelah sampai di pasar, Rasulullah menghampiri seorang pengemis Yahudi yang buta berada di pinggir jalan. Memberikan makanan sekaligus menyuapinya. Setiap hari Rasulullah melakukan itu, sehingga pengemis buta tersebut sangat familiar dengan bau harum dan kelembutan tangan Rasulullah SAW.

Namun setiap selesai memberi makan, pengemis itu berpesan kepada Rasulullah agar dia menjauhi Muhammad yang mengaku nabi itu, dan menuduh Nabi Muhammad memiliki sihir yang bisa menundukkan orang lain sehingga mengikutinya.

Abu Bakkar kemudian bergegas meminta bungkusan makanan untuk mendatangi pengemis Yahudi yang buta tersebut. Ketika sampai kepada orang itu Abu Bakkar memberikan makanan dan menyuapinya, namun pengemis buta tersebut mengenalinya bahwa Abu Bakkar bukanlah orang yang biasa memberikan dirinya makanan karena bau harum dan kelembutan tangan Abu Bakkar berbeda dengan Rasulullah.

Pengemis pun berkata, “wahai fulan, engkau bukanlah orang yang biasa memberi makan aku sebab bau harummu dan kelembutan tanganmu berbeda dengan orang yang biasa memberi aku makan,” kata pengemis Yahudi buta itu.

Abu Bakkar tersenyum. Namun belum terhapus senyuman itu di wajah Abu Bakkar, pengemis itu seperti biasa berpesan agar bila bertemu dengan Muhammad juahilah dia, sebab Muhammad itu adalah seorang penyihir, dan dia sangat membenci Muhammad.

Abu Bakkar marah, wajahnya memerah saat pengemis buta itu menghina kekasihnya Muhammad SAW, Abu Bakkar pun membongkar rahasia siapa sesungguhnya orang yang selama ini rutin menyuapi makanan ke mulut orang Yahudi buta itu.

“Dialah Muhammad Rasulullah SAW, orang yang selalu memberi makan engkau dengan lembut namun selalu engkau hina seperti saat ini. Mendengar itu pengemis buta itu pun menangis tersedu-sedu menyesali perbuatannya seraya mengangkat tangan mengucapkan Syahadat menyatakan keislamannya di hadapan Abu Bakkar Asiddiq.

Dari riwayat itu, urai Habib Ali Khaidir, tampak kemuliaan akhlak Rasulullah SAW sekalipun kepada orang di luar Islam yang justru melontarkan penghinaan-penghinaan kepada dirinya. Bukan hanya itu, kata Habib, Rasulullah bahkan pernah menghadapi situasi yang lebih sulit dari itu, yakni saat berada di Thaif, Rasulullah pernah dilempari batu oleh penduduk Thaif hingga dahi beliau mengeluarkan darah segar.

Namun Rasulullah malah mendoakan agar kelak dari rahim orang-orang Thaif dilahirkan umat-umat yang kokoh berpegang kepada sunnah dan tidak satupun yang murtad keluar agama Islam. Walaupun sebelumnya malaikat menawarkan Rasulullah untuk menimpakan gunung kepada kaum itu, namun Rasulullah menolak.

Dalam kesempatan itu, Habib Ali Khaidir juga mendoakan para pemimpin di Kabupaten Pulang Pisau termasuk Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang. Beliau mendoakan Bupati Taty Narang agar diberikan panjang umur, kesehatan dan kekuatan dalam memimpin Kabupaten Pulang Pisau dengan kepemimpinan yang adil dan mampu menyejahterakan masyarakatnya.

Kegiatan ini dihadiri Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang, Wakil Ketua DPRD, unsur FKPD Pulang Pisau, para asisten dan kepala dinas, Direktur Bank Kalteng, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta tamu undangan lainnya. Kegiatan ini diselenggarakan oleh DPD BKPRMI Kabupaten Pulang Pisau bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau. (nk-1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *