Selasa , 19 Mei 2026

Pengecekan Lokasi Cetak Sawah dan Irigasi Pertanian di Kecamatan Bataguh

NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – Setelah Rapat perdana cetak sawah dan irigasi pertanian di rujab Bupati pada Senin (18/5), dilanjutkan dengan pengecekan lapangan oleh tim kementerian yaitu Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas II Banjarbaru ke Kecamatan Bataguh tepatnya Kelurahan Pulau Kupang.

Pengecekan lokasi cetak sawah dan irigasi pertanian tahun 2026 difokuskan di Kabupaten Kapuas, melalui verifikasi langsung, drone, dan survei lapangan guna memastikan kesesuaian lahan (SID). Program ini merupakan strategi Kementerian Pertanian (CSR 2026) untuk memperluas area tanam dan memperkuat ketahanan pangan.

Kepala TU BPLIP Banjarbaru Kelas II Cahyo Limawar Prasetyo, SE., MM menyebutkan Kabupaten Kapuas terpilih sebagai pusat konstruksi cetak sawah 2026, menyusul keberhasilan di lokasi lain pada 2025. Pengecekan meliputi Kecamatan Bataguh sebagai lahan terluas, Tamban Catur dan Kapuas Timur. Dinas PUPR menggunakan drone untuk validasi data hasil survei lapangan terhadap peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRWK)

” Target dari kegiatan adalah Optimasi lahan tidur dan pengembangan irigasi untuk mendukung produktivitas pertanian. Tujuannya untuk memastikan luas lahan riil yang potensial dan merencanakan tata letak irigasi yang efisien. Program ini didukung oleh sinergi antara Kementerian Pertanian, Pemkab Kapuas, dan instansi terkait untuk memastikan keberlanjutan sawah baru,” sebut Limawar Prasetyo.

Plt Camat Bataguh Dino Aries Fahrizal saat ditemui pada Selasa (19/5) pukul 11.15 WIB di Kantor Camat Bataguh Jalan Pematang Sawang Desa Se’i Lunuk, mengatakan dipilihnya Kecamatan Bataguh untuk survey yang pertama karena luasnya area untuk cetak sawah dan irigasi pertanian yang terdapat dalam wilayah kecamatan kita. Dimana tersebar dalam 7 wilayah desa dan 1 kelurahan. Yang mana luas wilayahnya sekitar 2.059, 687 hektar,

“Desa tersebut adalah Terusan Raya, Terusan Raya Hulu, Terusan Raya Barat, Se’i Lunuk, Se’i Jangkit, Bamban Raya dan Budi Mufakat serta Kelurahan Pulau Kupang. Yang mana dalam survey ini dicocokan koordinat dan lainnya. Sebagai pimpinan wilayah kecamatan dan melanjutkan instruksi dari Bupati Kapuas dalam rapat perdana yang menekankan camat supaya melakukan kordinasi, tentu saja kita siap melakukan sosialisasi, edukasi dan hal lainnya untuk menyukseskan program ini,” ungkap Dino Aries Fahrizal.

Sebelumnya Lurah Pulau Kupang Erliansyah yang ikut juga dalam survey saat ditemui di Kantor Kelurahan Pulau Kupang, menjelaskan kalau didalam wilayah Kecamatan Bataguh ini, Kelurahan Pulau Kupang merupakan wilayah yang terluas dalam program ini, dengan jumlah sekitar 711. 469 hektar, dan pada saat survey kemarin Senin (18/5) wilayah kita yang didatangi sebagai sampel survey, kita turut mensukseskan program ini. Tentu saja kita akan berkordinasi dengan ketua RT terkait lahan yang termasuk dalam rencana cetak sawah maupun irigasi pertanian,

” Adanya program ini kedepannya kita optimis akan mengembalikan wilayah Pulau Kupang dengan latar belakang sejarah adanya Kerajaan Nyai Undang Tanjung Pematang Sawang yang memiliki makna tanah tinggi yang subur dan hijau,” sebut Erliansyah (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *