Selasa , 26 Mei 2026

Hari Kesehatan Internasional PPLIPI Gelar Talk Show di Pulau Kupang

NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas –
Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) adalah organisasi sosial kemasyarakatan yang menjadi wadah bagi perempuan dari berbagai latar belakang profesi untuk memberdayakan perempuan agar mandiri, berkualitas, dan berkontribusi dalam ekonomi serta pengembangan UMKM. Pada Hari Kesehatan Internasional PPLIPI melaksanakan Talk Show dengan tema Glowing instan rusak permanen di Aula Kantor Kelurahan Pulau Kupang Jalan Pematang Sawang Senin (25/5) pukul 08.30 WIB

Sebagai Nara Sumber adalah dr Aulia Ramadhan Supit, M.Biomed., Fisquo., Membuka acara Camat Bataguh Dino Aries Fahrizal, Fanelis Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Bataguh Badriah, hadir sekaligus tuan rumah Lurah Pulau Kupang Erliansyah, Sekretaris Lurah Nugroho Krismunanto dan perangkat kelurahan lainnya, sementara dari PPLIPI hadir Pembina Erika, Ketua DPC PPLIPI Kabupaten Kapuas Like P D Cahyaningtyas beserta rombongan dan peserta talk show ibu ibu dan remaja putri dari Kelurahan Pulau Kupang.

Camat Bataguh Dino Aries Fahrizal mengatakan adanya talk show ini yang bertajuk glowing instan rusak permanen adalah hal yang penting untuk mencegah pemyalah gunaan bahan bahan kimia, yang bisa menimbulkan efek samping. Kita bisa back to nature dengan kembali menggunakan bahan yang nartural. Tujuannya untuk lebih menjaga keamanan. Menjaga efek jangka panjang dari pada yang instan tapi berbahaya atau memiliki efek samping.

“Bunga melati mekar ditaman
Harum mewangi dipagi hari
Glowing instan belum tentu aman
Lebih baik gunakan yang alami” pesan Dino Aries Fahrizal melalui pantun.

Lurah Pulau Kupang Erliansyah dalam sambutan mengatakan ada sekitar 4.000 lebih perempuan yang ada di Kelurahan Pulau Kupang ini. Dengan propesi dibidang pertanian, perkebunan dan pengrajin. Sedikit sekali yang menjadi pegawai atau ASN. Kita memperkenalkan dalam kesempatan ini akan keberadaan museum mini. Museum ini adalah sebagai simbol dari adanya perempuan yang menjadi lambang perlawanan dan kekuatan serta kecantikan dengan Ratu Nyai Undang, merupakan ratu yang memimpin kerjaan Tanjung Pematang Sawang. Adanya museum ini, fungsi dari pelayanan di Kantor kita, dapat pula sekaligus menjadi rekreasi untuk belajar sejarah Kerajaan dengan ratu cantik Nyai Undang,

“Sesuai dengan tema dari kegiatan PPLIPI, pada Hari Kesehatan Perempuan Internasional dengan tajuk Glowing instans rusak permanen, merupakan hal penting diketahui agar perempuan bisa sedini mungkin mencegah efek dari glowing yang bersifat sementara tapi bahaya,” ungkap Erliansyah.

Ketua DPC PPLIPI Kabupaten Kapuas. Like P D Cahyaningtyas menjelaskan organisasi PPLIPI ini
berdiri tahun 2025, namun pelantikan pengurus baru dilaksanakan pada bulan februari 2026. Berangkat dari kepedulian kami akan kepentingan perempuan, dan terlebih lagi di Kelurahan Pulau Kupang ini, adanya wanita yang menjadi ratu. Tentu saja Nyai Undang tidak memakai sesuatu yang membuat glowing tapi mempesona, hingga mengundang perhatian seorang raja dari Mindanau kerjaan yang jauh yaitu sekarang yang ada di Negara Filipina. Tapi pasti menggunakan yang alami dan aman pastinya, sebut Like.

Sebagai Fanelis Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Bataguh Badriah memulai pemaparannya tentang pentingnya Glowing atau cantik yang merupakan senjata bagi wanita untuk memiliki arti dan bisa mnguasai, bahkan ada seorang remaja putri yang pernah memaksa orang tuanya untuk terpenuhinya kebutuhan itu, ungkap Badriah

Nara Sumber dr Aulia Ramadhan Supit mempresentasikan materimya tentang upaya untuk tetap glowing tapi menghindari efek yang merusak dengan melihat dari kandungan yang ada dalam skincare ataupun kosmetik yang digunakan. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *