NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – Pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT) 27 di Kelurahan Pulau Kupang berlangsung layaknya pemilihan umum legislatif dan pemilihan umum presiden. Acara diadakan di rumah Tokoh Masyarakat H Gufriansyah pada Rabu (8/7) pukul 13.45 WIB.
Antusiasme warga terlihat sejak acara belum dimulai. Dan menjadi tempat UMKM dadakanm. Terlebih lagi diberi hiburan seperti tarian penyambutan karena acara dihadiri juga Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kapuas. Adapun para petugas TPS, mulai dari panitia hingga dan saksipun sudah siap melayani warga yang datang untuk memilih ketua RT mereka.
Layaknya proses pencoblosan, warga yang membawa undangan datang kemudian mendaftarkan diri terlebih dahulu untuk mendapatkan kartu suara. Setelah itu mereka menuju bilik suara dan mencoblos tiga kandidat ketua RT yang ada. Kemudian, kartu suara tersebut dimasukan ke dalam kotak suara yang dijaga oleh petugas.
Dari DPMD yang diwakili oleh Kepala Bidang Kelembagaan Syaiful Fajrie berterima kasih diundang dan disambut dengan kemeriahan, seperti adanya tari penyambutan, pemotongan lawai pertanda tamu kehormatan, dan lainnya, merupakan sebuah bentuk keramhan dan pelestarian kearifan lokal oleh Lurah Erliansyah. Dimana Lurah ini adalah lurah yang kreatif dengan berbagai kreasinya. Terasa sekali nuansa demokratis dan antusias warga sangat bagus dalam pembelajaran demokrasi terkcil yaitu pemilihan RT di Kelurahan Pulau Kupang ini, ucap Syaiful Fajrie.
Lurah Pulau Kupang Erliansyah menyatakan dirinya menyambut baik pelaksanaan Pemilihan RT 27 apalagi mengadopsi sistem pemilihan langsung. Pemilihan secara langsung dan serentak ini memang dikehendaki oleh warga dan saya sangat antusias mengikuti, siapapaun yang terpilih nantinya sebagai Ketua RT harus didukung penuh oleh seluruh masyarakat. Sebab peran Ketua RT sangat vital karena mereka merupakan ujung tombak pemerintahan,
” Ketua RT ini adalah perpanjangan tangan dari Pemerintah Kelurahan. Harapan saya pada warga sekaligus berpesan juga, pilihan pada hari ini menentukan nasib RT kalian. Tentu saja kita Pemerintah Kelurahan akan menjadi pengawas kinerja kerja dari para ketua RT. Menjadi ketua RT adalah ladang amal, dan amanah harus dijalankan dengan baik,” ungkap Erliansyah.
Ketua Panitia Pemilihan RT 27 Rahmadi, S.Pd.,
pemilihan ketua RT secara pemilihan langsung merupakan pertama bukanlah ajang persaingan, melainkan kebersamaan. Tapi jangan salah, kalau nanti ketua RT yang terpilih tidak amamah tentu bisa ditegur. Pemilihan ketua RT dengan aklamasi atau pemilihan langsung, tidak memiliki perbedaan signifikan. Asalkan masing-masing calon dan ketua yang terpilih dapat menjalankan tugas dengan amanah. Apabila pemimpin tersebut tidak amanah, maka rakyat yang akan menjadi korban, segala urusan menjadi rumit dan keberlangsungan hidup sosial menjadi kacau,
“Ada kandidat 3 yaitu Saiful Bahri, Erliani dan Ahmad Muhaimin yang mencalonkan diri menjadi ketua RT. Daftar pemilih ada 103, undangannpemilihan tersebar 99 yang hadir 83, maka yangbtidak hadir berdasarkan kesepakatan dengan para saksi, suara tidak dihitung atau hangus. Jadi yang masuk suara sah aja,” terang Rahmadi.
Hasil pemilihan terpilih anak muda dengan nomor urut 3 yaitu Ahmad Muhaimin menjadi ketua terpilih dengan perolehan suara mutlak yaitu 52 pemilih dari 83 suara sah. Dari hasil ini terlihat warga lebih cenderung ingin mencoba yang muda dalam memimpin RT mereka lima tahun kedepan. (wan)
NusaKalimantan.Com Kanal Informasi yang Lugas, Cerdas, Terpercaya