NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – Setelah sehari sebelumnya Kamis (23/7) melewati kegiatan pawai bersama, Parade Habsy dan Lomba Fashion show. Dengan hasil lomba Parade Habsy kemenangan baik putra maupun putri di raih peserta dari Anjir KM 10 namun tuan rumah berbangga hati meraih Juara II Putra Nur Qolby RT 15 dan peringkat Harapan I SMP 4 Bataguh, Harapan II Madrasah Aliyah Sirajul Huda. Untuk putri SMP 4 Bataguh menjadi Juara III. Untuk fashion show sederet nama anak anak pelajar dari Kelurahan Pulau Kupang menunjukan prestasinya dalam berbagai katagori. Menghiasi kemeriahan hari anak dalam rangkaian parade Habsyi.
Pada Jumat (14/7) pagi menambah kebugaran phisik dan mempererat silaturahmi diadakan senam bersama yang semula ingin di atas kapal Fery sambil susur sungai, namun karena satu dan lain hal diganti dengan di lokasi sekitar Fery sekaligus. Dipimpin langsung oleh Lurah Pulau Kupang Erliansyah dan dipandu para intruktur senam. Adanya keakraban sekaligus edukasi hidup sehat tidak mengabaikan olah raga adalah maksud dan tujuan dari giat senam ini.
“Dengan padatnya kegiatan yang dilakukan oleh adik adik peserta KKN dari Uniska MAAB Banjarmasin, sejak datang hingga pagi ini. Dengan kebiasaan kita Kelurahan Pulau Kupang Jumat Sehat dengan senam bersama, kita ajak adik adik senam bersama. Tentu saja membuat relaksasi dari rangkaian kesibukan sebelum memasuki kegiatan berikutnya. Sekaligus juga kehadiran mereka terasa oleh warga sekitar sebagai wujud silaturahmi,” ungkap Erliansyah
Para Mahasiswa kemudian melakukan pula kegiatan sosialisasi anti perundungan (bullying) di sekolah. Tujuan dari kegiatan adalah langkah preventif strategis untuk membangun lingkungan belajar yang aman melalui edukasi bahaya perundungan fisik, verbal, sosial, dan siber. Program ini biasanya melibatkan siswa dan guru serta wali murid dalam kegiatan interaktif, diskusi dampak psikologis, serta pembentukan komitmen bersama. Penerapan sosialisasi yang efektif di sekolah, umumnya mencakup edukasi Interaktif untuk Siswa,
” Kita menyampaikan materi tentang jenis-jenis bullying, cara mengenali tanda-tandanya, serta langkah berani melaporkan tindakan tersebut kepada pihak berwenang. Memberikan edukasi kepada orang tua agar lebih peka terhadap perubahan perilaku anak dan memantau penggunaan gawai di rumah. Berdiskusi dengan guru untuk menciptakan suasana kelas yang inklusif, meningkatkan pengawasan di area rawan (seperti kantin atau lorong), serta menjadi mediator yang adil,” demikian gambaran Peserta KKN Uniska Banjarmasin mengedukasi kegiatan anti perundungan. (wan)
NusaKalimantan.Com Kanal Informasi yang Lugas, Cerdas, Terpercaya