NUSAKALIMANTAN.COM, Buntok – Belum 24 jam pasca insident Tongkang Soekawati 303 yang ditarik oleh Tug Boat Harlina 105 menabrak fender jembatan Kalahien pada Rabu (1/2) kemarin.
Alih alih hal tersebut teratasi justru hanya berselang beberapa jam setelah itu,ditempat yang sama kembali terjadi insiden serupa oleh armada Tongkang BG MHKL 8 yang bermuatan batu bara ditarik Kapal Tug boat Marino 189 juga terpapar pada bagian jembatan.
Mirisnya Tongkang MHKL 8 ini tak lagi menghantam pada bagian fender jembatan melainkan kali ini menghantam pada bagian Vital’ yaitu pada tiang jembatan Kalahien.
Kejadian tersebut terjadi berkisar antara pukul 5.00 WIB hingga 7.00 WIB Kamis pagi (2 Ferbruari 2023).
Sementara itu,setelah adanya insident Tongkang tabrak Fender Jembatan Kalahien dan Tiang jembatan,segenap pihak terkait melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Barito Selatan (Barsel) melakukan rapat koordinasi dengan pihak syabandar dan lainnya untuk menemukan solusi akan permasalahan ini.
Ditempat yang sama Damang Kepala Adat Dusun Selatan Adrianson mengatakan, Warga Kalahien yang bermukim di dekat insiden Kapal TB yang menabrak jembatan tersebut mengatakan, sebab insiden itu karena ada kapal tongkang kandas yang bermuatan batu bara menutupi alur sungai dekat jembatan Kalahien, sudah 1 bulan ini kandas di tengah sungai terang Damang Adrianson, masyarakat Kalahien yang mata pencaharian sebagai Nelayan Tradsional pun tidak bisa beraktivitas Pungkasnya.
Kepala Dinas Perhubungan Barsel Ir.Daud Danda, menyebutkan bahwa pihaknya telah menggelar rapat dan koordinasi dengan beberapa pihak dinas terkait antara lain PUPR Provinsi, Dishub Provinsi, Kepolisian, Syahbandar dan lainnya, dimana rapat yang dilakukan kali ini untuk menyikapi tentang adanya kejadian pada jembatan kalahien dan hal tersebut adalah dampak dari salah satu tongkang yang kandas di area jembatan kalahien tersebut.
“Jadi kesimpulan dari rapat tadi yang pertama kali dilakukan mengevakuasi tongkang yang kandas selama satu bulan terahir ini yang menyebabkan insident tongkang tabrak fender dan tiang jembatan terjadi”,ungkap Daud Kepada sejumlah wartawan Kamis sore (2-Februari-2023).
Selain itu yang kedua terang Kadishub Barsel ini,bahwa pihaknya menekankan dan telah sepakat, dan menandatangani kesepekatan dan untuk dalam waktu dekat ini menerbitkan larangan untuk menghentikan aktivitas tongkang,rakit kayu,karet dan CPO yang melalui bagian bawah jembatan kalahien tak terkecuali bagi armada yang kosong sekali pum,baik dari hulu maupun hilir sungai Barito dan larangan itu nantinya akan dihentikan ketika keadaan sudah terbilang normal kembali.
“Kami telah sepakat dalam waktu dekat ini akan menerbitkan larangan untuk menghentikan aktivitas tongkang, rakit kayu,karet dan CPO yang melalui bagian bawah jembatan kalahien tak terkecuali bagi armada yang kosong sekali pun, baik dari hulu maupun hilir sungai Barito dan larangan itu nantinya akan dihentikan sementara waktu ketika keadaan sudah terbilang normal kembali”,ucapnya.
Selanjutnya Daud Danda juga menyampaikan bahwa untuk pihak dari kedua Tongkang yang menabrak fender dan tiang jembatan, nantinya akan dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan oleh pihak yang berwenang sehingga pihak terkait dan perusahaan dari tongkang itu harus bertanggung jawab penuh atas kerusakan atas insident yang terjadi dan Kerugian sementara masih belum bisa disampaikan Tutupnya. (stiv)
NusaKalimantan.Com Kanal Informasi yang Lugas, Cerdas, Terpercaya