Minggu , 12 Juli 2026

Rangkaian Harjad ke-24, Bupati Pulang Pisau Buka Lomba Lagu Dangdut Dayak se-Kalteng

NUSAKALIMANTAN.COM, Pulang Pisau – Bupati Pulang Pisau H Ahmad Rifa’i didampingi Wakil H Ahmad Jayadikarta, resmi membuka Lomba Lagu Dangdut Dayak se-Kalimantan Tengah sekaligus Huma Betang Nigh, Sabtu (11/7/2026)  malam di halaman Stadion HM Sanusi, Kota Pulang Pisau.

Lomba dalam rangkaian memperingati Hari Jadi (Harjad) ke-24 Kabupaten Pulang Pisau tahun 2026 ini, dihadiri langsung Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Agustiar Sabran – H Edy Pratowo.

Pada kesempatan itu, Bupati Ahmad Rifa’i mengatakan bahwa lagu dangdut Dayak bukan sekedar hiburan semata. Di dalam syairnya tersimpan pesan moral, kisah kehidupan masyarakat, cinta kepada alam, penghormatan kepada orang tua, semangat bekerja, serta kecintaan anak kepada budaya Dayak.

Lebih lanjut disebutkan bahwa musik merupakan bahasa universal. Dimana, ketika musik berpadu dengan bahasa dan irama Dayak maka lahirlah sebuah identitas budaya yang unik, indah, dan membanggakan.

“Karena itu, kita mempunyai tanggungjawab bersama untuk menjaga kesenian ini tetap hidup, berkembang, dan dicintai oleh para generasi muda,” ujar Bupati Ahmad Rifa’i.

Terlaksananya lomba lagu dangdut Dayak yang diinisiasi oleh Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Pulang Pisau ini, ia (Bupati) merasa bangga melihat putra dan putri terbaik Kalimantan Tengah hadir menunjukan bakatnya

Mereka bukan hanya sedang berlomba, sebut Bupati, tetapi secara tidak langsung menjadi duta budaya yang memperkenalkan kekayaan daerah kepada masyarakat luas.

“Pesan saya, tampilkan lah kemampuan sebaik mungkin dengan penuh percaya diri. Sebab, memang atau kalah bukanlah tujuan utama, karena yang terpenting adalah menjaga sportivitas, menjunjung tinggi persaudaraan, serta terus berkarya demi kemajuan seni budaya Kalteng,” harap Bupati Ahmad Rifa’i.

Ia juga berpesan kepada para dewan juri untuk menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan adil. Dengan itu, tegas Bupati, hasil perlombaan benar-benar menghasilkan penyanyi terbaik yang layak menjadi kebanggaan Kalteng.

“Bagi peserta tampilkan yang terbaik, karena kalian tidak hanya berloba, tetapi secara tidak langsung sebagai duta budaya. Kepada dewan juri harus jujur kuncinya dalam memilih peserta terbaik dari yang baik,” pinta Bupati.

Atas terselenggaranya lomba ini, Bupati Ahmad Rifa’i mengapresiai seluruh pihak terkait yang telah mensukseskan seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Harjad ke-24 Kabupaten Pulang Pisau tahun 2026.

“Khususnya pada lomba lagu dangdut Dayak, kami apresiasi pihak DKD Pulang Pisau, juga kepada seluruh sponsor, pelaku UMKM, aparat keamanan, tenaga kesehatan, relawan, media massa, dan seluruh lapisan masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ucapnya.

Bupati menambahkan, pihaknya turut berterimakasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan di Kabupaten Pulang Pisau, termasuk dukungan pelestarian seni dan budaya daerah.

“Kami Pemkab Pulang Pisau berharap sinergitas antar Pemprov Kalteng dan Pemkab Pulang Pisau, terus semakin erat demi mewujudkan Kalteng yang semakin baju, semakin berkah, dan semakin sejahtera,” tutup Bupati Ahmad Rifa’i.

Sementara, Ketua Kesekian Daerah (DKD) Kabupaten Pulang Pisau Tanda Indra Bela mengatakan, kegiatan lomba lagu dangdut Dayak ini bermula dari permintaan panitia besar Harjad ke-24 Kabupaten Pulang Pisau untuk mengisi acara di rangkaian peringatan tersebut.

“Disitu kami diminta untuk mengisi acara yang sekiranya membuat antusias masyarakat besar, dan diberi waktu selama 11 hari. Diminta hal itu, kami akhirnya membuat rapat dan satu-satunya yang kami lihat peminat cukup besar adalah yang lagu dangdut Dayak, karena kontek nya juga merupakan bagian dari kesenian  Dayak. Dan, ternyata betul bahwa ketika kami sudah publikasi luar biasa banyak peminat, sampai kegiatan Huma Betang Nigh yang sebelumnya digelar di Palangak Raya digeser Bapak Gubernur ke Pulang Pisau berkolaborasi dengan acara lomba Dangdut Dayak,” ungkap Tandean.

Ia berharap, melalui kegiatan lomba ini Kabupaten Pulang Pisau bisa lebih dikenal lagi oleh masyarakat luas, baik dari segi pembangunan serta seni dan budayanya.

“Kami dari DKD Pulang Pisau akan selalu mensupport kegitaan seni budaya yang ada di Pulang Pisau. Kemarin juga yang tampil-tampil kesenian dari Banjar, Batak, Dayak. Seni-seni yang lain juga kita akan apresiasi mereka, ke depan mungkin akan kita lakukan pembinaan-pembinaan,” ujar Tandean.

Ditanya berapa jumlah peserta lomba lagu dangdut Dayak ini, ia menyebut ada 20 grand final yang sudah terseleksi dari 100 sampai 120 peserta

“Peserta tidak hanya dari Kabupaten Pulang Pisau, banyak dari kabupaten lain yang ada di wilayah Kalteng. Setelah melalui kerja keras dari panitia, akhirnya dari 120 peserta sebanyak 20 orang yang masuk grand final. Kami panitia dalam menyeleksi dengan profesional, tidak pandang dia dari daerah mana, lokasi dari mana, kalau kualitas suara bagus dan dinilai layak untuk tampil di 20 Grand Final,” jelas Tandean. (Abdmanan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *