NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – Kegiatan dialog umat beragama dan kebangsaan merupakan pertemuan bersama untuk merawat kerukunan, memperkuat wawasan kebangsaan, dan mencegah konflik sosial. Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kapuas, bersama Kantor Camat Bataguh, melaksanakan dialog di Aula Kantor Kordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Bataguh Jalan Pematang Sawang Desa Se’i Lunuk Kecamatan Bataguh pada Senin (3/12) pagi.
Hadir dalam kegiatan Kepala Kantor Kemenag Kapuas H. Achmad Farichin, Ketua FKUB Kabuoaten Kapuas Ali Damrah dan Pengurus FKUB Kabupaten Kapuas lainnya, Plt Camat Bataguh Dino Aries Fahrizal yang diwakili oleh Rahmat M Noor serta pegawai dalam lingkungan Kantor Camat lainnya, Danramil 1011 – 04/ Selat dan Kepala Sub Sektor Bataguh, Damag Bataguh Darmandi, Kepala Desa atau perwakilan, Kepala Korwil dan guru – guru, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Bataguh, Lurah Pulau Kupang Erliansyah dan Perangkat Kelurahan serta lainnya.
Plt Camat Bataguh Dino Aries Fahrizal yang diwakili oleh Rahmat M Noor Kasi di Kantor Camat Bataguh menjelaskan acara forum diskusi, atau dialog ini melibatkan kerja sama lintas sektor. Bertujuan untuk saling memahami dan menghilangkan prasangka buruk dan salah paham antar pemeluk agama berbeda. Memperkuat nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika di tengah masyarakat. Mencegah Konflik dan berupaya menyelesaikan masalah sosial secara damai lewat komunikasi yang baik. Peserta Kegiatan tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur pemerintan dalam lingkungan Kecamatan Bataguh. Melibatkan Kantor Kementerian Agama Kapuas dan Forum Kerukunan Umat Beragama atau FKUB,” ujar Rahmat M Noor
Ketua FKUB Ali Damrah diantaranya menguraikan tentang falsafah Huma Betang yang merupakan salah satu pedoman hidup masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah yang mengajarkan kebersamaan, kesetaraan, toleransi, dan musyawarah dalam satu rumah besar. Falsafah ini merawat kerukunan umat beragama dan keanekaragaman dengan memandang perbedaan sebagai kekuatan untuk hidup damai berdampingan Nilai Utama Falsafah Huma Betang Kebersamaan dan Kekeluargaan untuk menghidupkan rasa persaudaraan yang kuat meskipun ada perbedaan latar belakang suku atau agama,
” Falsafah Huma Betang juga mengajarkan Kesetaraan untuk memposisikan setiap orang setara dan terhormat tanpa membeda-bedakan keyakinan. Huma Betang juga dengan musyawarah dan Mufakat untuk Menyelesaikan setiap persoalan atau gesekan sosial secara bersama-sama melalui dialog yang terbuka. Ketaatan pada Hukum dan Adat menjunjung tinggi aturan bersama yang menjaga kedamaian dan ketertiban lingkungan,” urai Ali Damrah
Salah satu peserta Erliansyah Lurah Pulau Kupang menyebutkan selama ini Kerukunan Umat Beragama dan kebersamaan selalu kita hidupkan di Kelurahan Pulau Kupang. Adat dan Budaya selalu kita hidupkan seperti penyebutan tamu, dan Damang Bataguh berperan serta lainnya sebagai simbol mengetengahkan adat dan budaya. Perlombaan yang kita gelarpun bernuansa daerah seperti besei kambe dan lainnya, dengan niat kebersamaan dan perbedaan budaya, termasuk ketika menyambut tamu baru baru ini 160 Mahasiswa KKN Uniska yang secara bersama dan penuh kekeluargaan kita layani,
“Nuansa sejarah yang kuat di Kelurahan Pulau Kupang kita hidupkan walau berbagai suku agama suku dan perbedaan lainnya, untuk secara bersama hidup rukun damai membangun wilayah. Kita berharap suatu hari FKUB nanti bisa berkunjung ke tempat kita untuk merasakan nuansa tersebut,” harap Erliansyah (wan)
NusaKalimantan.Com Kanal Informasi yang Lugas, Cerdas, Terpercaya