Minggu , 4 Oktober 2026

Pembuatan Buku Tarian Mandau History dan filosofi Yang Terkandung

NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – Tarian Mandau yang pernah ditampilkan ketika Bapak Presiden Republik Indonesia pertama Ir Soekarno datang berkunjung yang dibawakan oleh ibunda Erliansyah Narpan Apoi memiliki nilai sejarah tersendiri. Tim Peneliti Pendidikan Tari Jurusan Seni Drama Tari dan Musik (Sendratasik) Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya (UPT) mengadakan observasi terkait tarian Mandau ini. Bersama dengan Tim Banama Ekonomi Kreatif Tinggang Menteng Panunujung yang diketuai oleh Helfrid Noah, unsur Pemerintahan Pulau Kupang, dan sanggar Tinggang Menteng Panunujung Tarung menyambut tim peneliti dari UPR ini.

Untuk pertama kali Tim Peneliti diterima di Balai Adat Jalan Melati Kuala Kapuas pada Sabtu (3/10) pukul 09.30 WIB. Ditempat tersebut diperagakan Tarian Mandau yang diiringi dengan musik yang apik dan diperagakan oleh para penari yang tergabung dalam sanggar Tinggang Menteng Panunujung Tarung yang dipimpin oleh Erliansyah yang juga koreografer sekaligus penata musik penggiring dari tarian tersebut. Selanjutnya dilakukan tanya jawab diskusi dan penggalian makna dari setiap gerakan termasuk musik.

Rombongan kemudian bergerak menuju ke Situs Nyai Undang yang merupakan situs bersejarah di Kuta Keramat wilayah Kelurahan Pulau Kupang Kecamatan Bataguh. Seperti diketahui Nyai Undang adalah simbul perlawanan wanita Dayak yang merupakan ratu dari Kerajaan Tanjung Pematang Sawang. Gagah dan beraninya Ratu Nyai Undang ini dengan senjata Mandau menebas raja dari Mindanao mengilhami gerakan dari Tarian Mandau ini. Selanjutnya lebih menambah referensi tim melihat museum mini dan potensi wisata di Pulau Kupang.

Erliansyah Pembina Banama Ekonomi Kreatif Tinggang Menteng Panunujung Tarung memperkenalkan keberadaan dari Ekraf dengan segala bidang kegiatannya. Pada Aldiya Wulandari Ketua Tim Peneliti Pendidikan Tari Jurusan Sendratasik FKIP Universitas Palangka Raya adanya kegiatan yang pada Ekonomi kreatif yang dimiliki diantaranya adalah adanya Sanggar Tari Tinggang Menteng Panunujung Tarung. Suatu kebanggaan dari kami tarian dan kegiatan kita ini dilakukan penelitian untuk menjadi sebuah buku. tentu saja akan menjadi catatan sejarah. Dan sebuah kehormatan dengan dilibatkannya adik adik yang usianya masih remaja ini terlibat dalam kegiatan ini. Lebih bagus lagi nanti setelah kegiatan ini diadakan semacam sertifikat buat mereka,

“Dari ketua dewan adat yang juga Sekretaris Daerah Usis I Sangkai ada titip salam. Dan menyambut baik akan adanya upaya mau diluncurkan buku ini. Semoga lancar dan berjalan seperti sebagaimana mestinya. Pesan Pak Ketua Dewan adat pada kita. Segala hal yang berkaitan dengan aksesori tarian perlengkapan terutama Mandau sebagai senjata yang dibawa dalam tarian Mandau ini, didiskusikan bersama. Untuk lebih menambah wawasan dan referensi, rombongan juga melihat situs Nyai Undang dan Museum mini, yang berada dalam Wilayah Kelurahan Pulau Kupang. Tentu saja hal ini ada keterkaitannya. Karena tarian Mandau yang ditarikan Putri Dayak terilhami adanya putri Pemimpin Kerjaan Tanjung Pematang Sawang ini,” ungkap Erliansyah.

Aldiya Wulandari dalam kesempatan ini menyampaikan terimakasih atas perhatian dan sambutan dari sanggar Tinggang Menteng Panunujung Tarung. Sudah lama sebenarnya kegiatan ini akan dilaksanakan. Baru hari ini bisa terwujud. Semoga proses pembuatan buku ini berjalan lancar dan tentu saja kita juga berharap akan memberikan manfaat bagi semua. Aldiya sangat terkesan akan histori, makna setiap gerakan, arti dan makna simbol dan aksesoris yang digunakan, bahkan terlihat perpaduan unsur seperti gerakan beladiri dalam tarian Mandau ini. Bukan hanya sekedar menari, ungkap Aldiya Wulandari.

Ferdy sebagai dosen musik penelitian untuk musik akan ditelusuri dengan Notasi dari seluruh instrumen penggiring musik agar bisa ada not angka dan balok supaya dikemudian hari ada sesuatu yang akan menjadi pegangan pemain musik penggiring p yang bisa diwarisi dan dipelajari serta menjadi acuan, ucap Ferdy (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *