NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – Kesadaran orang tua agar bayi dan balita bersedia di imunisasi adalah tugas bersama dalam mensukseskan Imunisasi Kejar Bulan Oktober Tahun 2026. Tuntutan harus bisa merealisasikan antara target dan realita yang ada dilapangan. Saran Kepala Desa Sei Tatas Hilir Apendi dengan mengusulkan menjadi persyaratan memasuki pendidikan pada anak. Hal itu disampaiakannya dalam Lokakarya Mini Lintas Sektor yang membahas Bulan Imunisasi Kejar Oktober Tahun 2026 di Aula Puskesmas Sei Tatas Jalan Sei Tatas Ilir RT 01 Kecamatan Pulau Petak, Selasa (6/10) pagi.
Semua lintas sektor yaitu Camat Pulau Petak Agat, Kapolsek Pulau Petak Widiardi, Danramil 1011-05/Pulau Petak Sumejo, KUA Pulau Petak, Kepala Puskesmas Sei Tatas Mariana, Korwil Pendidikan Pulau Petak, Kepala Desa se Kecamatan Pulau Petak, Tenaga Kesehatan, Kader Posyandu dan lain sebagainya berkolaborasi mensukseskan program Bulan Kejar Imunasi yang ditargetkan.
Camat Pulau Petak Agat dalam sambutannya menekankan pada semua petugas dalam mejalanan program ini mendatangi, berjumpai tatap muka lalu dan mendata untuk memperoleh estimasi pencapaian dari Imunasi kejar. Jika terkait masalah agama atau religi melibatkan KUA untuk memberikan penjelasan tentang imunisasi ini tidak bertemtangan. Jalankan Surat Edaran Bupati dengan kesepakatan dan penuh tanggung jawab, ungkap Agat.
Plt Puskesmas Sei Tatas Mariana merespon dari yang disampaikan dalam diskusi, keselarasan antara jumlah dan target dengan lebih memutakhirkan data, terkait Untuk penekanan wajibnya imunisasi maka bisa dijadikan persyaratan jika ingin masuk Paud atau TK, seperti usulan dari Kepala Desa Sei Tatas Hilir Apendi tadi. Bagi yang telah di imunisasi nantinya akan ada diberikan sertifikat imunisasi dasar lengkap. Puskesmas siap untuk menyediakan logistik dan nakes dalam hal ini adalah sumber daya manusia,
“Jadwal posyandu sudah ada dan akan dilaksanakan. Nanti bersama lintas sektor akan berkeliling juga dengan penjadwalan akan ditentukan,” ujar Mariana
Kepala Desa Sei Tatas Hilir Apendi memperjelas usulannya, seperti di jaman covid 19 dulu, kesadaran akan vaksin sangat kurang. Tetapi ketika dijadikan persyaratan untuk bepergian atau untuk menggunakan sarana transportasi banyak yang melakukan vaksin, sebut Apendi (wan)
NusaKalimantan.Com Kanal Informasi yang Lugas, Cerdas, Terpercaya