NUSAKALIMANTAN.COM, Pulang Pisau – Pekerjaan tambal sulam pada ruas jalan di kawasan komplek perkantoran Kabupaten Pulang Pisau menuai sorotan dari masyarakat.
Pasalnya, jalan tersebut baru saja diaspal pada akhir tahun 2025 lalu melalui anggaran APBD dengan nilai Rp 1,7 miliar lebih. Namun, disayangkan kondisinya saat ini sudah mengalami kerusakaan hingga harus dilakukan perbaikan berupa tambal sulam.
Kepada awak media, Rabu (12/8/2026), salah seorang warga Pulang Pisau Abdillah mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran untuk pekerjaan tersebut.
Ia menilai pekerjaan yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Pulang Pisau ini tidak transparan mengenai keterbukaan informasi terkait darimana anggaran pekerjaan dan apa nama kegiatan pada pekerjaan tersebut.
“Saya menilai anggaran tambal sulam di lingkungan komplek perkantoran tersebut datang dari anggaran tak jelas. Makanya, transparansi dinilai penting agar publik mengetahui pekerjaan yang menggunakan dana pemerintah. Coba lihat pekerjaannya terkesan asal-asalan, nama kegiatannya apa dan besaran anggaran betapa. Lebih baik menambal lubang yang ada di Jalan Rey III, disana banyak lubang cukup dalam,” tuturnya.
Abdillah berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat memberikan penjelasan mengenai pekerjaan tambal sulam tersebut, sekaligus mengevaluasi kondisi jalan yang mengalami kerusakan agar penanganannya lebih efektif dan berkelanjutan.

Terpisah, Kabid Bina Marga (BM) DPUPRP Pulang Pisau I Gusti Putu Dona Mahendra saat saat dikonfirmasi media ini menyebut bahwa pekerjaan proyek tambal sulam di kawasan komplek perkantoran ini bukan dari anggaran perubahan atau ABT dan juga bukan dari anggaran pemeliharaan.
Ditanya kembali oleh awak media ini, lalu anggaran darimana? Sampai berita ini ditulis, belum ada tanggapan lanjutan dari Kabid BM DPUPRP.
Lebih lanjut, Abdillah berharap instansi terkait baik penegak hukum maupun APIP bisa melakukan pengecekan lapangan pada pekerjaan tambal sulam di setiap wilayah yang ada di Kabupaten Pulang Pisau.
“Tidak hanya tambal sulam yang ada dimuka perkantoran ini saja. Coba cek pekerjaan di wilayah lainnya, karena disitu kita tidak pernah tahu berapa besaran anggaran yang dikeluarkan, bahkan kami menduga kualitas aspalnya pun kemungkinan diluar standar,” tegasnya. (Abdmanan)
NusaKalimantan.Com Kanal Informasi yang Lugas, Cerdas, Terpercaya