NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – Tim Pos Komando (Posko) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terdiri dari TNI dan Polri sebagai pengarah keamanan, penggerak lapangan, serta penyuluhan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Manggala Agni sebagai pengendali dampak kebakaran hutan dan lahan. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar). Dinas Kehutanan (Dishut). Basarnas untuk operasi pencarian dan pertolongan darurat. Tim Pos Lapangan dan Relawan masyarakat setempat yang turut berpartisipasi.
Tenaga Kesehatan ( Nakes) tidak kalah penting turut bersinergi dengan tim dalam posko dalam menunjang penanganan Karhutla, melalui pengerahan tenaga medis, pendirian posko kesehatan lapangan, serta pemantauan kesehatan bagi petugas pemadam dan masyarakat terdampak.
Kementerian Kesehatan bersama dinas kesehatan daerah mengerahkan ribuan tenaga kesehata seperti dokter, perawat, bidan, hingga Tim Reaksi Cepat (TRC) ke wilayah rawan dan terdampak Karhutla. Mendirikan posko krisis kesehatan dan pos pelayanan medis darurat di lokasi terdekat untuk menangani keluhan seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), iritasi mata, dan pusing.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangeran S. Pandiangan, S.Hut., MM.,
sangat menyambut baik dan mengapresiasi dukungan tim kesehatan beserta seluruh pihak dalam penanggulangan Karhutla. Kolaborasi ini dinilai krusial sekali tentunya, karena stamina, keselamatan, dan kesehatan petugas di lapangan, menjadi faktor penentu keberhasilan operasi pemadaman api yang sering kali dikepung asap pekat. Menimbulkan gangguan pernapasan dan menambah faktor kelelahan. Terlebih lagi mereka tenaga kesehatan dibarengi peralatan membantu pernafasan seperti Oxycan dan lainaebagainya, ungkap Pangeran S Pandiangan saat ditemui di Kantor BPBD Kapuas Jalan Kasturi Kuala Kapuas pada Selasa (15/9).
Kepala Dinas Kesehatan Kapuas dr. Agus Waluyo., MM. Melalui Kepala Puskesmas Melati Fansha Tio Anugrah, Ners., M.Kep., MM., ditemui di Puskesmas Melati Jalan Melati Kuala Kapuas, bagi Petugas Lapangan merupakan tupoksi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan berkala bagi personel pemadam yang terpapar asap pekat serta memberikan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan pertolongan pertama. Tentu saja kita harus berkolaborasi erat dengan BPBD, TNI-Polri, puskesmas, rumah sakit rujukan, dan instansi terkait untuk mempercepat proses evakuasi dan penanganan medis darurat,
“Puskesmas yang berada didalam kota, sudah diatur secara bergiliran bersama unsur TNI Polri dan BPBD serta Damkar ditambah lagi para relawan peduli api,atau Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk mengikuti para tim jika sedang ke lokasi atau lapangan tempat lokasi titik api dan melakukan pemadaman. Siap melakukan pertolongan berkaitan dengan kondisi kesehatan dari petugas dilapangan. Termasuk juga melakukan cek kondisi kesehatan personil dari tim,” tegas Fansha Tio Anugerah (wan)
NusaKalimantan.Com Kanal Informasi yang Lugas, Cerdas, Terpercaya