Selasa , 29 September 2026
Oplus_131072

Pemanfaatan Momen Pemenuhan Target CKG dan Persiapan Sukseskan Bulan Kejar Imunisasi

NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – Pemeriksaan kesehatan gratis atau disebut juga Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar kerumunan massa dalam sebuah event merupakan langkah strategis promosi kesehatan. Strategi jemput bola ini memanfaatkan titik kumpul masyarakat, seperti pameran, festival, Car Free Day (CFD) atau acara olahraga, untuk menjaring warga yang jarang memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Termasuk saat kehadiran Agustiar Sabran yang menyalurkan paket bahan pokok dan bantuan melalui program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) guna membantu warga yang terdampak kemarau panjang, kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Sabtu (26/9) siang.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Agus Waluyo,MM., melalui Kepala Puskesmas Melati Fansha Tio Anugerah, Ners., M.Kep., MM., saat ditemui Senin (28/9) pukul 09.30 WIB di ruang kerjanya Puskesmas Melati Jalan Melati Kuala Kapuas mengatakan seperti diketahui target pelayanan kesehatan adalah untuk memenuhi standar dasar mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan dengan target capaian mutlak sebesar 100% setiap tahunnya. Hal ini Berdasarkan regulasi Permenkes Nomor 6 Tahun 2024, target pelayanan sebanyak 12 jenis pelayanan dasar tingkat kabupaten atau kota yang menyasar seluruh kelompok usia dan kondisi kesehatan prioritas, karena itu ada beberapa moment yang kita lakukan CKG seperti di Hotel Fovere dan kedatangan Gubernur Sabtu kemarin,

” Jenis Pemeriksaan yang tersedia dalam sebuah event publik adalah pemeriksaan umumnya dirancang agar berlangsung cepat namun akurat menggunakan perangkat portabel. Pemeriksaan tekanan darah (tensi), berat badan, tinggi badan. Obesitas, hipertensi, Gula darah, kolesterol, asam urat, diabetes mellitus, risiko penyakit jantung. Konsultasi dokter, keluhan fisik atau kesehatan mental. Arahan medis awal dan edukasi gaya hidup,” ungkap Fansha Tio Anugerah.

Tio menyebut alasan memanfaatkan adanya momen dikarenakan banyak warga enggan ke Puskesmas karena malas antre atau takut mengetahui penyakitnya. Ditengah suasana event yang santai, masyarakat cenderung lebih sukarela berpartisipasi. Golongan usia produktif sering kali mengabaikan cek kesehatan karena kesibukan kerja. Adanya Event menjadi momen tepat. Jika dalam pemeriksaan di event ini ditemukan adanya faktor risiko tinggi atau indikasi penyakit kronis, petugas kesehatan akan langsung mengarahkan warga untuk melakukan tata laksana medis lanjutan di fasilitas kesehatan terdekat menggunakan BPJS ataupun JKN, sebut Fansha Tio Anugerah.

Target lainnya, yang harus dipenuhi adalah Bulan Imunisasi Kejar tahun 2026. Walaupun antara target dan pencapaian susah untuk direalisasikan, namun upaya maksimal tetap dilakukan. Seperti diketahui target dari Pusdatin Kemenkes dalam pemenuhan pencapaian Imunisasi dengan kenyataan jumlah yang harus dilakukan pencapaiannya dilapangan berbeda. Mensukseskan program Imunisasi dalam masa musibah Karhutla tetap menjadi upaya untuk pemenuhan. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *