Minggu , 28 November 2021
Tiga Pemuda
Subhan, Riki dan Raya tiga pemuda asal Buntok ini melakukan perjalanan menuju Kalbar dengan kendaraan seadanya

Tiga Pemuda ini Ingin ke Kalbar, Jual Botol Bekas untuk Ongkos Perjalanan

NUSAKALIMANTAN.COM, Pulang Pisau – Tiga pemuda asal Buntok, Barito Selatan ini nekat melakukan perjalanan dengan menggunakan sepeda motor pespa butut atau mirip mesin diesel yang dirancang menyerupai kendaraan roda tiga dan empat dengan dinding penuh botol bekas.

“Kami ingin ke Kalbar pak, perjalanan ini untuk mengisi waktu kosong karena tidak punya pekerjaan di kampung kami Buntok Barsel. Botol-botol bekas itu nanti kami jual ke pedagang loak, biayanya untuk menambah ongkos di perjalanan,” kata Subhan, salah seorang dari tiga pemuda tersebut saat mampir di salah satu minimarket di bilangan Jl Trans Kalimantan, Km 10 Anjir Pulang Pisau, Minggu (30/5/2021).

Subhan dan Riki dari Buntok, sedangkan Raya dari Banjar Baru. Mereka sepakat melakukan perjalanan melintasi ruas Jalan Trans Kalimantan dengan hanya menggunakan sepeda motor tua yang didesain khusus seperti kotak atau menyerupai kandang.

“Kami sengaja merancang kendaraan seperti ini, dipasang bendera-bendera, pakai jaring untuk menyusun botol-botol kosong sekaligus jadi perlindungan dari angin dan panas pak,” kata Raya, pemuda Banjar Baru.

Riki mengaku menikmati perjalanan mereka. “Sebenarnya iseng saja karena di kampung tidak ada pekerjaan tetap, kami melakukan perjalanan untuk menghilangkan sumpek di kampung, sekaligus cari pengalaman mengunjungi daerah-daerah orang, mengenal bahasa-bahasa orang di setiap daerah yang kami singgahi,” ujar Riki.

Jika malam hari tiba, lanjut Riki, mereka akan bermalam di dalam kendaraan yang mereka tumpangi atau mampir di tempat warung yang kosong. “Kalau sudah capek malam hari kami istirahat dan tidur di tempat kosong atau di kendaraan kami ini pak,” ucapnya.

Raya juga mengaku masih punya orang tua di kampung halamannya. “Alhamdulillah orang tua kami sehat, mereka setuju saja kami seperti ini asal jangan mencuri atau ikut-ikutan pake narkoba, yang penting kami senang, soal masa depan kami jalani saja pak,” ungkap Raya seraya meneruskan perjalanannya menuju perbatasan Kalbar. (nk-1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *