Minggu , 28 November 2021
Wisata Pantai
Salah satu destinasi wilsata tepi pantai di sebut Pantai Anum, Desa Teluk Bogam, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotwaringin Barat mengalami abrasi selama 2 tahun terakhir ini

Wisata Pantai Anum Kobar Alami Abrasi, Warga Harapkan Bantuan Pemerintah

NUSAKALIMANTAN.COM, Kotawaringin Barat – Salah satu destinasi wisata Pantai Anum, tepatnya di Desa Teluk Bogam, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, sejak 2 tahun terakhir ini terus mengalami abrasi atau pengikisan pesisir akibat gelombang air laut.

Sepanjang 200 meter dengan lebar 6 meter pantai pasir putih ini mengalami abrasi. Dikhawatirkan kondisi ini terus terjadi jika tidak dibangun tanggul pengaman pantai dari terjangan gelombang laut. Untuk itu warga setempat membuat proposal yang ditujukan kepada Gubernur Kalteng yang ditandatangani kepala desa dan diketahui Camat Kumai.

Salah seorang warga Desa Teluk Bogam, Muliyana mengatakan, abrasi yang terjadi di pesisir Pantai Anum ini dikhawatirkan berpengaruh terhadap aktivitas warga setempat baik pada sektor kelautan maupun pariwisata tepi pantai sebagai penunjang perekonomian masyarakat Desa Teluk Bogam.

“Mengingat semua potensi yang ada di daerah kami di sekitar pantai sebagai penghasil bahan, maka dengan bantuan bangunan pengaman pantai tersebut bisa mempermudah pekerjaan maupun aktivitas dan juga meningkatkan taraf hidup kami khususnya masyarakat Desa Teluk Bogam,” tukas Mulyana.

Menurut dia, Desa Teluk Bogam termasuk dalam salah satu ruang lingkup pesisir pantai Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat merupakan penghasil hahan baku perikanan, baik ikan, cumi. rajungan, maupun hasil laut lainnya yang dapat diandalkan sebagai penyedia keperluan hasil laut bagi masyarakat, dan juga sebagai salah satu ikon wisata yang memiliki tempat strategis di bidang pariwisata yang ada di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat.

“Kami memerlukan perhatian pemerintah daerah/provinsi guna mengurangi maupun menanggulangi dampak terjadinya erosi pantai tersebut. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya erosi pantai tersebut adalah dengan membangun bangunan pengaman pantai atau yang disebut tanggul abrasi pantai,” ujarnya.

Dengan bangunan tanggul pengaman pantai (Abrasi) ini, lanjutnya, diharapkan nantinya bisa menjadi solusi untuk mengurangi maupun menanggulangi dampak dari erosi pantai yang terjadi setiap tahunnya.

“Mengingat mayoritas masyarakat pesisir nelayan Desa teluk Bogam yang sampai saat ini banyak melakukan aktivitas khususnya pada sektor kelautan dan perikanan dalam bidang penangkapan, hal ini bisa mempermudah segala aktivitas masyarakat yang menyangkut aktivitas di tepi pantai maupun di lautan,” ucap Mulyana.

Ditambahkannya, pemanfaatan bangunan tanggul pengaman pantai dari abrasi ini nantinya juga akan mempengaruhi peningkatan perekonomian masyarakat di Desa Teluk Bogam.

Hal ini, imbuhnya, sesuai dengan program pemerintah yang tengah menggalakkan pengembangan usaha kecil dan menengah, khususnya pada sektor pariwisata tepi pantai.

“Kami atas nama masyarakat Desa Teluk Bogam ikut turut ambil bagian dalam hal ini sebagai pelaku langsung dalam kegiatan usaha tersebut. Oleh sebab itu kami memohon bantuan pemerintah provinsi untuk membangun tanggul pengaman pantai agar tidak lagi mengalami abrasi,” sebutnya. (nk-1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *