Sabtu , 1 Agustus 2026

Gerakan Ibu Hamil Sehat Dan Posyandu Aktif di Kecamatan Bataguh

NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas berupaya memperkuat upaya penurunan Angka Kematian ibu anak, angka kematian balita, sekaligus pencegahan stunting sejak masa kehamilan melalui kegiatan Gerakan Bumil Sehat yang digelar di Kecamatan Bataguh Kamis (30/7) pagi.

Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi penggerakan masyarakat melalui budaya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dengan melibatkan masyarakat dan multistakeholder, antara lain jajaran pemerintahan daerah, tenaga kesehatan, penyuluh KB, KUA, TP PKK, Fatayat, muslimat, kader Posyandu, PIK-R, SBH, ibu hamil,  Korwil Pendidikan peserta lainnya.

Gerakan Bumil Sehat menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan sesuai standar, kesiapan menghadapi persalinan, hingga pemenuhan gizi selama masa kehamilan. Selain edukasi, kegiatan juga diisi dengan deklarasi komitmen bersama lintas sektor untuk memperkuat pendampingan ibu hamil di wilayah Kabupaten Kapuas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas dr Agus Waluyo yang diwakili oleh Martono salah satu Kabid, menegaskan bahwa kehamilan merupakan fase yang sangat menentukan kualitas generasi mendatang. Oleh karena itu, setiap ibu hamil harus memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal agar proses kehamilan hingga persalinan berlangsung aman.

“Kehamilan adalah momen yang sangat berharga sekaligus masa krusial yang membutuhkan perhatian penuh. Setiap ibu hamil berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal agar proses kehamilan hingga persalinan dapat berjalan dengan aman, selamat, dan melahirkan generasi penerus yang sehat serta bebas dari stunting,” ujarnya.

Sementara dari Kantor Camat Bataguh yang diwakili oleh Rahmat M Noor Kasi PMD mengatakan kalau peran kecamatan dalam Gerakan Ibu Hamil Sehat dan Posyandu Aktif adalah memimpin koordinasi lintas sektor, menggerakkan masyarakat di tingkat desa atau kelurahan, serta melakukan pengawasan agar pelayanan gizi dan kesehatan berjalan lancar. Kecamatan bertindak sebagai penghubung utama antara pemerintah daerah, puskesmas dan warga untuk mencegah masalah seperti bayi lahir pendek (stunting),

” Koordinasi dan Penggerakan Memimpin kerjasama antara kantor camat, kepala desa, petugas puskesmas, dan Tim Penggerak PKK. Mengajak warga terutama ibu hamil dan keluarga agar rutin datang memeriksakan kesehatan ke posyandu. Mendukung kegiatan lapangan seperti penyuluhan gizi, kelas ibu hamil, dan pembagian vitamin penambah darah. Pembinaan dan Pengawasan memantau data kesehatan ibu dan anak di wilayah kecamatan agar setiap masalah gizi atau kehamilan berisiko cepat terdeteksi. Memastikan fasilitas dan tenaga kesehatan di posyandu desa mendapat dukungan operasional yang cukup,” ungkap Rahmat M Noor. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *