NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – Sebagai Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kuala Kapuas melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Pada tahun 2026 ini, desa mitra berada di tiga kecamatan, Kecamatan Kapuas Hilir, Pulau Petak dan Kapuas Murung. Kelompok 14 melakukan kunjungan dan konsultasi ke desa mitra Desa Bunga Mawar Kecamatan Pulau Petak.
Kedatangan mahasiswa semula diterima di Kantor Camat Pulau Petak, lalu masing masing kelompok menuju ke pembagian posko ke desa tempat melakukan KKN. Untuk melakukan kegiatan di Desa Bunga Mawar, kelompok 14 yang didampingi oleh Alfin, S.Pd., saat di Kantor Desa Bunga Mawar rombongan di terima oleh Kepala Desa Bunga Mawar Juriatno, Sekretaris Desa Abdul Hamid dan perangkat desa lainnya.
Kepala Desa Juriatno meyambut baik dan berterima kasih atas atas kepercayaan dari STAI Kuala Kapuas untuk melakukan kegiatan KKN yang dipimpinnya. Tentu saja dalam melaksanakan kegiatan, mahasiswa bisa untuk saling berkomunikasi dengan kades maupun perangkat desa lainnya untuk hal hal yang menjadi kordinasi bersama, termasuk juga soal penginapan dan apa yang diperlukan berkaitan program KKN ini,
” Harapan saya agar memudahkan pengawasan dan keamanan kita berharap posko menggunakan pasilitas yang ada di sekitar Kantor desa seperti aula dan ruangan serta lainnya. Tentu saja kita berharap bersama kita bersama menjaga ketertiban dan keamanan. Semoga betah dan mendapat apa yang menjadi keinginan serta tujuan. Terlebih lagi peserta untuk desa kita ini, diisi oleh pengajar, tentu saja bisa membantu dalam mengajar,” ujar Juriatno.
Alfin, S.Pd., selaku pengawas atau pendamping dalam kesempatan itu meguraikan empat tujuan utama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kuala Kapuas, meliputi Pengalaman Belajar. Mahasiswa mendapat pengalaman langsung merumuskan dan memecahkan masalah nyata di tengah masyarakat. Pemberdayaan Masyarakat Menerapkan ilmu keIslaman dan teknologi untuk mempercepat gerak pembangunan desa.
” Relevansi Kampus mendekatkan lembaga perguruan tinggi Islam dengan kebutuhan nyata umat dan dinamika sosial. Sebagai Kader Pembangunan untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi agen perubahan yang peka, mandiri, serta bertanggung jawab sosial,” terang Alfin. (wan)
NusaKalimantan.Com Kanal Informasi yang Lugas, Cerdas, Terpercaya