NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – Maraknya kabut asap pasca kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), memicu terjadinya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Untuk menekan risiko Ispa akibat paparan partikel halus PM2,5 dari kabut asap sisa Kebakaran, maka penggunaan masker merupakan solusi.
Seperti yang ditegaskan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bahwa masker adalah garis pertahanan pertama yang paling mudah diakses masyarakat untuk menyaring partikel berbahaya agar tidak masuk jauh ke dalam paru-paru,
” Karena dapat menyaring asap karhutla yang didominasi oleh partikel halus berukuran kurang dari 2,5 mikrometer yang dapat menembus sistem pertahanan pernapasan. Difokuskan untuk anak-anak sekolah, ibu hamil, lansia, dan penderita asma/paru kronis. sekaligus menjadi sarana sosialisasi agar masyarakat sadar akan bahaya ISPA,” pesan Budi Gunadi Sadikin.
Puskesmas Anjir Serapat di Kecamatan Kapuas Timur beberapa waktu lalu melakukan pencegahan ISPA ini sebagai langkah awal melakukan kegiatan pembagian masker. Walaupun dengan jumlah stok masker terbatas, namun tetap beberapa telah dibagikan. Intinya upaya awal ini menjadi edukasi bagi masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kapuas dr Agus Waluyo melalui Kepala UPT Puskesmas Anjir Serapat Adi Irawan saat ditemui Rabu (2/9) pagi di Kantor Puskesmas Anjir Serapat Jalan Trans Kalimantan KM 8 Desa Anjir Serapat Baru menghimbau selain harus menggunakan masker, dimana masker ini mudah dan murah untuk diperoleh walau tidak dari Puskesmas, karena keterbatasan persediaan, terutama sekali yang beresiko gampang terkena ISPA. Karena masker dari luar selain yang kita bagikan itu, sama aja fungsi atau. Kegunaannya. Yang penting itu adalah pencegahan pertama. Namun jika keadaan udara semakin memburuk, dianjurkan pula untuk mengurangi keluar rumah atau gedung jika langit terlihat kelabu dan berbau asap pekat,
” Pastikan jendela dan pintu ditutup rapat agar partikel abu tidak masuk ke dalam ruangan. Menjaga kelembapan saluran pernapasan dan membantu mengencerkan lendir atau dahak perbanyak mengkonsumsi air putih. Kalau mengalami keluhan sesak napas, batuk terus-menerus, atau mata perih yang memburuk, segera periksakan diri ke puskesmas atau posko kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis gratis. Nakes kita siap membantu karena Puskesmas kita ini 24 jam,” terang Adi Irawan.
Terpisah Camat Kapuas Timur Eko Dharma Putra ditemui di Kantor Camat Kapuas Timur Jalan Trans Kalimantan KM 9 Desa Anjir Serapat Baru disela berbagai kegiatan penanganan adanya titik api di wilayahnya memberikan himbauan agar semua warganya berpartisipasi untuk bersama mencegah terjadinya Karhutla ini dengan tidak sembarangan membuang benda yang beresiko terjadinya kebakaran seperti puntung rokok, membakar sampahbdan lainnya,
“Serta upayakan pencegahan terjadinya resiko gangguan pernapasan dengan mengikuti saran untuk memakai masker, serta jika ada asap pekat kurangi keluar rumah. Dari dinas pendidikan aja ada aturan pembelajaran terkait adanya kabut asap ini,” ujar Eko Dharma Putra (wan)
NusaKalimantan.Com Kanal Informasi yang Lugas, Cerdas, Terpercaya