NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – Perbincangan Tentang Kelurahan Pulau Kupang dengan Segala Budayanya yang merupakan potensi wisata mengisi ruang percakapan ruang siar Radio Siaran Pemerintah Daerah yang berkumandang di 98,1 FM. Jalan DI Panjaitan Kuala Kapuas, Selasa (22/9) pukul 09.00 WIB. Mengulas tentang pernik pernik yang ada di wilayah Kelurahan Pulau Kupang Kecamatan Bataguh. Diisi oleh Camat Bataguh Dino Aries Fahrizal dan Lurah Pulau Kupang Erliansyah bersama penyiar Nasrullah.
Dalam prolog Penyiar Muhammad Nasrullah dengan backsound lagu Nyai Undang dari Iwan Cavalera karya H Dodoy Cakrawala mempertanyakan tentang situs yang menjadi tonggak sejarah yang unik dengan raja seorang perempuan Nyai Undang. Diwujudkan keabadiannya sebagai saksi sejarah adanya museum mini yang ada di Kantor Kelurahan Pulau Kupang yang bisa dikunjungi, bila ke tempat pelayanan masyarakat Kantor Kelurahan Pulau Kupang jalan Pematang Sawang ini.
Camat Bataguh Dino Aries Fahrizal mengatakan adanya museum yang memanfaatkan salah satu sudut ruangan sebagai kreatifitas dari Lurah Erliansyah. Menyimpan benda bersejarah sebagai upaya awal untuk mempromosikan adanya situs budaya tersebut dan adanya nilai sejarah. Disamping itu budaya lainnya juga seperti besei kambe serta peningkatan sarana ekonomi kreatif atau Ekraf.
“Nyai undang adalah awal dari masyarakat Kalimantan Tengah dimana kita mengenal Tambun Bungai yang merupakan pengawal dari Nyai Undang. Potensi lainnya juga banyak dijumpai di Kelurahan satu satunya di Kecamatan Bataguh ini. Pernah ada wisman antusias saat mengunjungi Kelurahan ini dengan keramahan dan ajakan menari manasai serta menikmati kuliner khas daerah seperti Kenta dan lainnya, disamping adanya potensi alam dan budaya serta hewan khas jenis primata Bekantan,” ungkap Dino Aries Fahrizal.
Lurah Pulau Kupang Erliansyah menjelaskan ada beberapa kendala seperti dana, sumber daya manusia yang Akhli dalam mengelola museum dan temtu saja lokasi yang lebih refresentattif misalnya rumah betang dan tidak kalah penting adalah promosi. Namun walau dengan keterbatasan ini kita tetap terus melakukan pengembangan dan menggali potensi demi menciptakan Kelurahan Pulau Kupang sebagai Destinasi wisata,
” Kita juga lebih fokus menerangkan sejarah tentang situs Nyai Undang ini agar lebih dikenal terutama pelajar dan mahasiswa dengan melihat adanya benda benda bersejarah seperti peralatan berburu maupun pertanian dijaman itu, serta gambaran tentang sejarah Nyai Undang ada tertuang dalam Film Nyai Undang. Lima tahun kedepan semoga museum ini bisa ada dalam bentuk digital agar lebih besar dikenal secara luas,” harap Erliansyah (wan)
NusaKalimantan.Com Kanal Informasi yang Lugas, Cerdas, Terpercaya