Jumat , 2 Oktober 2026

Kapus Pulau Kupang Narasumber Pencapaian CKG dan Terima CSR Terkait Stunting

NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – Dalam rangkaian upaya untuk pencapaian Cek Kesehatan Gratis (CKG ) dilakukan evaluasi secara berkala, guna mengetahui permasalahan dan upaya percepatan. Dalam rangka evaluasi rutin pelaksanaan dan pemecahan kendala di lapangan. Evaluasi berkala untuk CKG sangat krusial untuk menjaga mutu layanan dan memastikan target cakupan masyarakat tercapai. Agar evaluasi rutin ini berjalan efektif dan menghasilkan solusi konkret atas kendala di lapangan.

Pada Selasa (19/9) Kepala Puskesmas Pulau Kupang
Hj. Yoesthina, S.Kep., Ns., M.M. terpilih sebagai narasumber sumber Evaluasi Pelaksanaan CKG Provinsi Kalimantan Tengah dari Kementerian Kesehatan Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komonitas dengan melakukan Zoom Meting atau telekonferensi.

Saat ditemui pada Rabu (30/9) pukul 09.00 WIB Hj Yoestina mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan menunjuk sebagai narasumber. Terima kasih pula pada Kepala Dinas Kesehatan dr Agus Waluyo, MM dan Jajaran Dinkes lainnya. pada dasarnya pelaksanaan CKG berjalan lancar dan sebagai mana mestinya. Kita menyasar dalam setiap kesempatan dengan bantuan lintas sektor baik itu Kades Lurah hingga ke tingkat RT serta kader posyandu. Peran TNI AD dan Polri juga melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga berperan penting karena ini adalah untuk kesehatan masyarakat dan kepentingan masyarakat. Kendala lapangan yang sering muncul partisipasi masyarakat rendah karena kurangnya sosialisasi atau lokasi juga waktu pelaksanaan, bentrok dengan jam kerja warga. Upaya kita menggandeng kader posyandu RT dan RW untuk woro-woro langsung, serta menggeser jadwal ke akhir pekan atau sore har yang bisa waktunya dimanfaatkan.

” Alasan lain kurangnya minat untuk memeriksakan diri secara gratis adalah menghindari antrean membludak dan penumpukan peserta yang berminat.
Kita memahami karena jumlah tenaga kesehatan (nakes) tidak sebanding dengan warga. Kita juga memohon masalah Data dan Sinkronisasi Pencatatan atau Input data hasil CKG ke sistem pusat sering terkendala sinyal atau keterbatasan perangkat. Kita mencoba opsi pencatatan offline terlebih dahulu secara rapi, lalu melakukan input massal setelah pelayanan selesai di area dengan sinyal stabil,” terang Hj Yoestina.

Yoestina melanjutkan lagi untuk percepatan (Akselerasi) capaian CKG kita melakukan jemput bola (Mobile Clinic) membuka pos CKG di titik kumpul warga seperti pasar tradisional, CFD (Car Free Day), tempat ibadah, atau balai desa terpencil. Serta even misal perlombaan Habsyi atau perayaan keagamaan. Maksud kita adalah menitipkan layanan CKG pada acara-acara besar desa/kecamatan misal penyaluran bansos, senam bersama, atau pasar murah,

“Yang tidak kalah pentingnya adalah melibatkan mahasiswa kesehatan seperti keperawatan, kedokteran. Kita juga melibatkan CSR perusahaan lokal untuk menambah tenaga dan fasilitas penunjang dalam pencapaian target layanan kita, seperti sebelum acara zoom metting kemarin kita berterima kasih dalam kesempatan ini telah dibantu oleh salah satu perusahaan dalam penanganan masalah stunting,” pungkas Hj Yoestina (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *